Harga Karet Dunia Telah Turun 33% ke 137 yen/kg

Agroindustri
27/11/2018 15:43 WIB
Harga Karet di Bursa Komoditas Tokyo (4 Jan 2017-27 Okt 2018)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Para petani karet mulai menjerit akibat jatuhnya harga karet dunia. Pada perdagangan, Selasa (27/11) harga karet dengan standard Ribbed Smoked Sheet (RSS) untuk kontrak berjangka 1 bulan ke depan ditransaksikan naik 0,43% menjadi 137,7 yen/kg dari penutupan sehari sebelumnya. Harga karet menunjukkan tren penurunan sejak akhir Januari 2017 setelah mencapai puncaknya di 367 yen/kg. Setelah itu, harga karet terus turun dan sepanjang tahun ini telah menyusut lebih dari 33% (ytd).

Ketidakpastian global dampak kenaikan suku bunga serta ancaman perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok telah memicu jatuhnya harga karet dunia. Kekhawatiran tersebut kian menguatkan perekonomian global akan mengalami perlambatan sehingga berdampak terhadap permintaan karet dunia, terutama dari Tiongkok.

Seperti diketahui, Indonesia merupakan produsen karet terbesar kedua di dunia dengan produksi 2,99 juta ton atau sekitar 27,4% produksi rata-rata karet dunia. Sehingga turunnya harga karet dunia  akan memukul pendapatan para petani karet. Sementara Thailand tercatat sebagai negara dengan produksi karet terbesar di dunia, yakni mencapai 3,88 juta ton atau sekitar 35,44%.

Editor :
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.