Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ketersediaan stok pangan nasional dalam kondisi terkendali menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026.
Hal tersebut disampaikan setelah mengikuti rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
“Stok pangan kita aman. Untuk dua bulan ke depan lebih dari cukup. Bahkan sampai Idulfitri, stok 11 sampai 12 bahan pokok tersedia dan dalam kondisi aman,” ucap Amran.
Amran juga menyampaikan posisi cadangan beras pemerintah terus menguat. Saat ini, stok beras nasional mencapai 3,4 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi 3,8 juta ton pada akhir Februari, lalu tembus 4 juta ton pada Maret 2026.
“Stok bantuan pangan sangat cukup. SK (surat keputusan) sudah ada dan penyalurannya kita percepat,” jelasnya.
Penguatan stok beras ditopang oleh produksi secara nasional sepanjang Januari-Desember 2025 yang mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29% dibanding 2024.
Menurutnya, momentum produksi beras diperkirakan berlanjut pada awal 2026. Sebab, produksi Januari-Maret 2026 diproyeksikan mencapai 10,16 juta ton, naik 15,79% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
(Baca: Bobot Produksi Beras di 38 Provinsi Indonesia pada 2025)