Tren Sentimen TikTok terhadap Harga Minyak Dunia Februari-Maret 2026

1
Irfan Fadhlurrahman 12/03/2026 13:16 WIB
Image Loader
Memuat...
Persentase Sentimen Perbincangan di TikTok tentang Harga Minyak Dunia (28 Februari 2026-11 Maret 2026)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran di kawasan Teluk memicu lonjakan harga minyak dunia yang mengancam stabilitas ekonomi Indonesia.

Kondisi ini menjadi sorotan luas di media sosial karena masyarakat Indonesia mengkhawatirkan efek domino kenaikan energi global terhadap inflasi dan meroketnya harga kebutuhan pokok di pasar lokal.

Tim Databoks menganalisis perbincangan mengenai harga minyak dunia dari media online dan media sosial Instagram, TikTok, dan X.

Melansir sampel perbincangan di TikTok tentang harga minyak dunia selama Februari-Maret 2026, ada 5 temuan utama terkait perbincangan tersebut yakni.

  1. Kenaikan Harga Minyak Dunia dan Dampak pada BBM Indonesia

    Masyarakat khawatir akan kenaikan harga BBM di Indonesia akibat penutupan selat hormuz oleh Iran yang mengganggu pasokan minyak global, sementara pemerintah memastikan stok BBM cukup untuk 20 hari namun risiko kenaikan harga tetap ada.

  2. Kritik terhadap Pengelolaan Energi Nasional

    Masyarakat menuntut swasembada energi nasional, mengkritik ketergantungan pada impor minyak, dan menyarankan penggunaan alternatif seperti biofuel dari sawit atau teknologi lokal seperti Bobibos.

  3. Ketidakpuasan terhadap Prioritas Pemerintah

    Masyarakat menentang prioritas pemerintah yang terus menjalankan program MBG meskipun kondisi ekonomi tegang, menyarankan pengalihan anggaran MBG ke program yang lebih mendesak seperti penguatan ketahanan energi atau penanganan inflasi.

  4. Dampak Konflik Geopolitik pada Ekonomi Rakyat

    Masyarakat merasakan dampak langsung konflik Iran-Israel-AS melalui kenaikan harga sembako, logistik, dan daya beli yang menurun, serta khawatir akan PHK massal dan krisis ekonomi lebih lanjut.

  5. Reaksi Masyarakat terhadap Stok BBM

    Masyarakat melakukan panic buying di SPBU akibat rumor stok BBM hanya cukup 20 hari, terutama di daerah yang pernah mengalami krisis energi sebelumnya, sementara pemerintah meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Dari sampel perbincangan tersebut, sentimen negatif menorehkan angka tertinggi yakni 61,61% dari total sentimen yang dianalisis.

Adapun perbincangan dengan sentimen positif sebesar 20,38% dan netral 18,01%.

Sentimen negatif menunjukkan perbincangan mengenai kritik ketergantungan pemerintah pada impor minyak dan kurangnya swasembada energi nasional.

Sementara, perbincangan dengan sentimen positif berisi menyambut baik upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi selama ramadan dan lebaran.

(Baca: 6 Negara Paling Banyak Kirim Minyak Lewat Selat Hormuz)

Data Stories Terkini
Databoks Premium

Data Populer

Loading...