Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pengeluaran telekomunikasi kelompok kelas menengah di Gorontalo pada 2025 tercatat Rp118,43 ribu. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp107,64 ribu. Sebelumnya menurut rekam jejak delapan tahun terakhir, rekor pertumbuhan tertinggi di Gorontalo pernah terjadi pada 2015 dengan pertumbuhan sebesar 43,08% dan untuk rata-rata enam tahun terakhir yakni tercatat tumbuh 6,76%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Papua tercatat dengan pengeluaran telekomunikasi kelompok kelas menengah terbanyak, yaitu Rp194,2 ribu. Pengeluaran telekomunikasi kelompok kelas menengah di Papua saat ini setara dengan 5,03% dari total seluruh provinsi.
(Baca: Papua Catatkan Pengeluaran Telepon Rumah Kelompok Menuju Kelas Menengah Tertinggi)
Menyusul di urutan berikutnya adalah Papua Barat. Periode yang sama tahun sebelumnya pengeluaran telekomunikasi kelompok kelas menengah di provinsi ini tercatat Rp173,94 ribu .
Selanjutnya, Maluku dengan pengeluaran telekomunikasi kelompok kelas menengah Rp139,74 ribu (naik 1,16%), pengeluaran telekomunikasi kelompok kelas menengah di Sulawesi Barat naik 8,51% menjadi Rp131,53 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan pengeluaran telekomunikasi kelompok kelas menengah di DKI Jakarta turun 2% menjadi Rp130,22 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: Harga Gabah di Pasar Internasional Rp 3774.9 per Kg (Kamis, 30 April 2026))
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi yang mencatatkan pengeluaran telekomunikasi kelompok kelas menengah dengan jumlah tertinggi:
- Papua Rp194,2 ribu
- Papua Barat Rp183,21 ribu
- Maluku Rp139,74 ribu
- Sulawesi Barat Rp131,53 ribu
- DKI Jakarta Rp130,22 ribu
- Kalimantan Timur Rp128,96 ribu
- Papua Barat Daya Rp126,2 ribu
- Jawa Barat Rp121,5 ribu
- Kep. Riau Rp120,3 ribu
- DI Yogyakarta Rp119,58 ribu