Provinsi Sulawesi Selatan pada Februari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 232,91 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 82 perabotan, provinsi ini pada Februari 2026 lalu turun menjadi 16,81 ribu ton.
Turunnya nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang sedang turun. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Februari 2025 silam yang tercatat lebih tinggi yakni 28,51 ribu ton.
(Baca: Nilai Ekspor Bijih Logam dan Sisa Sisa Logam Provinsi Sulawesi Selatan Februari 2026)
Sulawesi Selatan dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 22 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam .
(Baca: Jumlah Penduduk Perempuan yang Bekerja Periode 2015-2024)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Sulawesi Selatan dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada September 2025 sebesar 34,11 ribu ton dan terendahnya terjadi pada Maret 2025 dengan volume ekspor 16,75 ribu ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Sulawesi Selatan menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Februari 2026:
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 143,09 juta ton
- SITC kode 29 bahan nabati dan hewani lainnya 19,08 juta ton
- SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam 8,81 juta ton
- SITC kode 08 makanan ternak 7,7 juta ton
- SITC kode 67 besi dan baja 4,07 juta ton
- SITC kode 07 kopi, teh, coklat, rempah-rempah 1,76 juta ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 1,58 juta ton
- SITC kode 04 gandum dan olahan gandum 656,32 ribu ton
- SITC kode lain lain 420,39 ribu ton
- SITC kode 27 pupuk dan mineral alam lainnya 415,24 ribu ton