Provinsi Bali pada Juli 2025 mencatatkan volume ekspor total sebesar 5.607,42 ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 85 sepatu dan peralatan kaki lainnya, provinsi ini pada Juli 2025 mencatatkan volume yang turun menjadi 4.200 ton.
Turunnya nilai ekspor ini berkontribusi terhadap penurunan cadangan devisa dan nilai ekspor total yang sebelumnya dalam tren naik lima bulan terakhir. Menurut catatan Bank Indonesia (BI), pada periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor dari provinsi ini tercatat 7.810 ton.
(Baca: Nilai Ekspor Minyak Atsiri dan Bahan Wangi Wangian Provinsi Kalimantan Barat Juli 2025)
Bali dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya .
(Baca: Provinsi Nusa Tenggara Barat Ekspor US$2,72 Juta Ikan Kerang Kerangan Moluska dan Olahannya)
Data historis 22 bulan terakhir, ekspor dari Bali dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Maret 2024 sebesar 447,9 ribu ton dan terendahnya terjadi pada Desember 2024 dengan volume ekspor 3.390 ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Bali menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Juli 2025:
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 1,47 juta ton
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 764,5 ribu ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 518,75 ribu ton
- SITC kode 82 perabotan 406,44 ribu ton
- SITC kode 89 hasil industri lainnya 274,32 ribu ton
- SITC kode 84 pakaian 180,25 ribu ton
- SITC kode 81 barang-barang saniter, pemanas dll 113,03 ribu ton
- SITC kode 64 kertas, kertas karton dan olahannya 108,94 ribu ton
- SITC kode 65 benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya 77,25 ribu ton
- SITC kode 69 barang-barang logam lainnya 73,34 ribu ton