Indonesia membukukan impor dengan Estonia sebesar US$ 33.054 ribu data per Desember 2022. Nilai tersebut menurun 43,6% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 58.603 ribu.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Estonia, impor dalam 10 tahun terakhir dalam tren naik. Terendah impor Indonesia adalah US$ 2,96 juta dan untuk impor tertinggi di angka US$ 58.603 ribu.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Estonia, 40 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk impor dari tempat ini, merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain yang jumlahnya tercatat ada 29 produk.
- Besi dan baja
Besi dan baja dengan kode HS 72. Impor produk ini dari Estonia berada di urutan pertama. Indonesia mengimpor senilai US$ 21.886 ribu. Nilai impor Besi dan baja ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 2 ribu.
- Mesin dan peralatan listrik dan bagiannya
Masuk dalam kode HS 85, Mesin dan peralatan listrik dan bagiannya merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan dan Perekam dan reproduksi suara, televisi. Dari negara ini, Indonesia mengimpor US$ 3.740 ribu.
- Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis
Di urutan ke ketiga adalah, Indonesia banyak mengimpor Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis dari Estonia. Nilai impor produk ini tercatat US$ 2.949 ribu. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 4.328 ribu. Selain Estonia, Indonesia juga mengandalkan impor Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis dari Mali, Cina, Jepang, Thailand dan Amerika Serikat. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari 151 negara lainnya.
- Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah..
Untuk produk, Indonesia juga mengimpor sebanyak US$ 1.185 ribu Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah. dari Estonia. Nilai impor produk ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 535 ribu. Data Trademap memperlihatkan aktivitas dagang Indonesia mengimpor Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah. dari 101 negara. Impor Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah. dari negara ini berada di urutan 47. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah Cina, Mali, Jepang, Amerika Serikat dan Singapura.
- Pesawat terbang, pesawat ruang angkasa, dan bagiannya
Impor Pesawat terbang, pesawat ruang angkasa, dan bagiannya dari negara ini berada di urutan 20. Pada 2022, Indonesia tercatat melakukan impor US$ 883 ribu. Selain negara tersebut, impor terbesar Pesawat terbang, pesawat ruang angkasa, dan bagiannya berasal dari Amerika Serikat, Italia, Singapura, Mali dan Cina.