Provinsi Sulawesi Selatan pada Januari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 232,91 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 28 bijih logam dan sisa-sisa logam, provinsi ini pada Januari 2026 lalu turun menjadi 1,85 juta ton.
Turunnya nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang sedang turun. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Januari 2025 sebelumnya yang tercatat lebih tinggi yakni 7,16 juta ton.
(Baca: Volume Ekspor Mesin Kantor dan Pengolah Data Provinsi Kep. Riau Januari 2026)
Sulawesi Selatan dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 22 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam .
(Baca: Nilai Investasi PMD Sektor Industri Mineral Non Logam Periode 2013-2023)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Sulawesi Selatan dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Februari 2025 sebesar 8,64 juta ton dan terendahnya terjadi pada Januari 2026 dengan volume ekspor 1,85 juta ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Sulawesi Selatan menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Januari 2026:
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 118,51 juta ton
- SITC kode 29 bahan nabati dan hewani lainnya 10,26 juta ton
- SITC kode 08 makanan ternak 8,09 juta ton
- SITC kode 67 besi dan baja 4,05 juta ton
- SITC kode 07 kopi, teh, coklat, rempah-rempah 2,25 juta ton
- SITC kode 28 bijih logam dan sisa-sisa logam 1,85 juta ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 1,84 juta ton
- SITC kode 04 gandum dan olahan gandum 503,9 ribu ton
- SITC kode lain lain 233,07 ribu ton
- SITC kode 05 buah-buahan dan sayur-sayuran 223,91 ribu ton