Provinsi Jawa Tengah pada Februari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 281,46 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 59 bahan kimia lainnya, ekspor dari provinsi ini pada Februari 2026 tercatat naik menjadi 11,12 juta ton.
Peningkatan ekspor untuk kode SITC 59 kali ini, berbanding terbalik dengan kondisi lima bulan terakhir yang terus menurun. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Februari 2025 sebelumnya tercatat lebih rendah yakni 9,36 juta ton.
(Baca: Produksi Kangkung Periode 2013-2024)
Jawa Tengah dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam .
(Baca: Nilai Ekspor Olahan Bahan Plastik Provinsi DI Yogyakarta Februari 2026)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Jawa Tengah dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Agustus 2025 sebesar 20,11 juta ton dan terendahnya terjadi pada Maret 2025 dengan volume ekspor 5,3 juta ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Jawa Tengah menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Februari 2026:
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 87,72 juta ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 54,33 juta ton
- SITC kode lain lain 46,12 juta ton
- SITC kode 62 barang-barang karet 34,92 juta ton
- SITC kode 24 kayu dan gabus 32,41 juta ton
- SITC kode 82 perabotan 13,78 juta ton
- SITC kode 84 pakaian 11,69 juta ton
- SITC kode 59 bahan kimia lainnya 11,12 juta ton
- SITC kode 65 benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya 10,89 juta ton
- SITC kode 89 hasil industri lainnya 8,53 juta ton