Indonesia membukukan impor dengan Finlandia sebesar US$ 494,775 ribu data per Desember 2022. Nilai tersebut naik 26,75% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 390,367 ribu.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Finlandia, impor dalam 10 tahun terakhir telah berkurang sangat drastis. Terendah impor Indonesia adalah US$ 334,330 ribu dan untuk impor tertinggi di angka US$ 668,427 ribu.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Finlandia, 42 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk impor dari tempat ini, merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain yang jumlahnya tercatat ada 61 produk.
- Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis
Masuk dalam kode HS 84, Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan dan bagiannya. Impor produk ini dari Finlandia berada di urutan pertama. Indonesia mengimpor US$ 314,486 ribu. Nilai impor Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis;bagiannya ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 153,834 ribu.
- Mesin dan peralatan listrik dan bagiannya
Masuk dalam kode HS 85, Mesin dan peralatan listrik dan bagiannya merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan dan Perekam dan reproduksi suara, televisi. Indonesia mengimpor senilai US$ 54.840 ribu.
- Bubur kayu atau bahan selulosa berserat lainnya
Di urutan ke ketiga adalah, Indonesia juga tercatat banyak mengimpor Bubur kayu atau bahan selulosa berserat lainnya dari Finlandia. Nilai impor produk ini pada 2022 US$ 29.382 ribu. Jumlah ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 27.512 ribu. Selain Finlandia, Indonesia juga mengandalkan impor Bubur kayu atau bahan selulosa berserat lainnya dari Amerika Serikat, Kanada, Selandia Baru, Britania Raya dan Italia. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari 36 negara lainnya.
- Kertas dan Paperboard
Produk ini diperoleh dengan mendatangkannya dari 72 negara. Impor Kertas dan Paperboard dari negara ini berada di urutan 15. Pada 2022, Indonesia tercatat melakukan impor senilai US$ 24.131 ribu. Selain negara tersebut, impor terbesar Kertas dan Paperboard berasal dari Cina, Mali, Thailand, Vietnam dan Korea, Republik.
- Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah..
Di urutan ke kelima adalah Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah. dengan kode HS 90. Indonesia mengimpor sebanyak US$ 10.721 ribu. Selain Finlandia, Indonesia juga mengandalkan impor Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah. dari Cina, Mali, Jepang, Amerika Serikat dan Singapura. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari 101 negara lainnya.