- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2024 mencapai 210 unit. Berdasarkan data historis sejak 2018, angka ini terus mengalami peningkatan stabil, dimana pada tahun 2023 jumlah sekolah SMA tercatat 207 unit, sehingga terjadi penambahan sebanyak 3 unit dibanding tahun sebelumnya. Selama kurun waktu 6 tahun terakhir, total penambahan sekolah SMA di wilayah ini mencapai 20 unit.
(Baca: Statistik NPL Bank Umum Lapangan Usaha Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi Periode 2015-2025)
Pada tahun 2024, dari total 210 unit SMA tersebut, sebanyak 143 unit merupakan SMA Negeri dan 67 unit sisanya adalah SMA Swasta. Dibanding tahun 2023, SMA Negeri bertambah 1 unit sedangkan SMA Swasta bertambah 2 unit. Secara proporsi, SMA Negeri mendominasi sebanyak 68,1% dari total sekolah, sementara SMA Swasta menempati 31,9% sisanya.
Untuk jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun, pada tahun 2023 Kalimantan Selatan memiliki 207.900 jiwa. Angka ini mengalami fluktuasi dalam 4 tahun terakhir, dimana sempat menyentuh titik terendah 199.392 jiwa pada tahun 2022 sebelum kembali naik. Secara nasional, provinsi ini secara konsisten berada di urutan 16 hingga 17 untuk jumlah populasi usia SMA di seluruh Indonesia.
(Baca: Nilai Minimal Lolos Jalur Prestasi ke SMA Negeri 24 Bandung SPMB 2026)
Tercatat pada tahun 2024 jumlah guru SMA di Kalimantan Selatan mencapai 5.052 orang, mengalami kenaikan sebesar 0,3% dari tahun 2023 berjumlah 5.036 orang. Dari total tenaga pendidik tersebut, sebanyak 4.304 orang bertugas di SMA Negeri, sedangkan 748 orang lainnya mengajar di SMA Swasta. Pertumbuhan jumlah tenaga pendidik di SMA Swasta tercatat lebih tinggi yakni 1,1% dibanding hanya 0,2% di SMA Negeri pada periode yang sama.
Meskipun jumlah sekolah dan tenaga pendidik terus bertambah setiap tahun, data juga menunjukkan angka partisipasi murni SMA di wilayah ini justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,8% pada tahun 2025 menjadi 59%, dari sebelumnya 60% pada tahun sebelumnya. Hal ini menjadi catatan penting ditengah pertumbuhan infrastruktur dan tenaga pendidikan yang terus ditingkatkan pemerintah daerah.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.689 | -0.20 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |