Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Ketapang untuk rokok dan tembakau pada tahun 2025 mencapai 157961 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 5,9 persen dibandingkan tahun 2024, dengan penambahan nilai sebesar 8826 rupiah per orang setiap bulannya. Pada tahun 2025 ini, angka pengeluaran rokok dan tembakau tersebut menjadi nilai pengeluaran tertinggi yang tercatat selama periode data 8 tahun terakhir sejak 2018.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kota Bogor 2025: Kenaikan Jadi Rp2,65 Juta per Bulan)
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan, pengeluaran untuk rokok dan tembakau menempati porsi sebesar 9,6 persen dari total pengeluaran masyarakat. Nilai ini lebih besar dibandingkan pengeluaran bulanan untuk kecantikan yang hanya 39950 rupiah, dan hampir setara dengan pengeluaran untuk sabun mandi per kapita setiap bulannya. Sementara itu pengeluaran untuk makanan jadi tercatat sebesar 215808 rupiah per kapita setiap bulan.
Selama periode 2018 hingga 2025, pengeluaran rokok dan tembakau di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan angka pertumbuhan 13,6 persen. Satu-satunya penurunan terjadi pada tahun 2022, dimana angka pengeluaran turun sebesar 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan tahunan selama lima tahun terakhir berada di angka 3,3 persen.
Berdasarkan perbandingan se-provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang menempati urutan keempat dari 14 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2025. Tiga wilayah di atasnya berturut-turut adalah Kabupaten Kapuas Hulu dengan 183237 rupiah, Kabupaten Sekadau 165876 rupiah, dan Kabupaten Sintang dengan 160411 rupiah. Secara nasional, Kabupaten Ketapang berada di urutan 100 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Perkembangan Pengeluaran Makanan Kabupaten Ketapang
Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk kategori makanan di Kabupaten Ketapang pada tahun 2025 mencapai 906748 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 15,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan wilayah ini menempati urutan keempat dari seluruh kabupaten kota di Kalimantan Barat untuk kategori ini. Pertumbuhan ini termasuk yang tertinggi di provinsi, hanya berada di bawah Kabupaten Sekadau yang mencatat pertumbuhan 18,8 persen pada kategori yang sama.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kota Blitar 2025: Kenaikan Jadi Rp1,76 Juta per Bulan)
Perkembangan Pengeluaran Bukan Makanan
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Ketapang mencatat angka 731249 rupiah per kapita setiap bulan pada tahun 2025. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 13,6 persen dibandingkan tahun 2024, dan menempatkan wilayah ini di urutan ketiga se-provinsi Kalimantan Barat. Hanya Kota Pontianak dan Kota Singkawang yang mencatat angka pengeluaran bukan makanan lebih besar dibandingkan Kabupaten Ketapang pada tahun laporan ini.
Total Pengeluaran Masyarakat
Total pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Ketapang untuk seluruh kategori barang dan jasa pada tahun 2025 mencapai 1637997 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 14,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan keempat dari seluruh wilayah di Kalimantan Barat. Pertumbuhan total pengeluaran ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pengeluaran untuk rokok dan tembakau pada periode tahun yang sama.
Perbandingan Pertumbuhan Antar Wilayah
Selain Kabupaten Ketapang, tercatat beberapa wilayah lain di Kalimantan Barat juga mencatat kenaikan pengeluaran rokok dan tembakau pada tahun 2025. Kabupaten Kubu Raya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 21,3 persen, diikuti Kota Singkawang 15,6 persen dan Kabupaten Sekadau 16,3 persen. Di sisi lain terdapat tiga wilayah yang mencatat penurunan pengeluaran rokok dan tembakau, yaitu Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Melawi dan Kabupaten Mempawah.