Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kabupaten Boven Digoel Papua Selatan mencapai 92146 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 5,5 persen dibandingkan tahun 2023, dengan penambahan nilai sebesar 4787,7 rupiah per orang setiap bulannya. Pada tahun 2024 ini juga tercatat sebagai nilai pengeluaran tertinggi untuk kategori sabun mandi selama periode pencatatan tahun 2018 hingga 2024 di wilayah tersebut.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kab. Aceh Singkil 2018 - 2024)
Sepanjang tujuh tahun periode pencatatan, pengeluaran sabun mandi di wilayah ini menunjukkan pergerakan turun dan naik secara jelas. Pada tahun 2018 tercatat 87442 rupiah, kemudian sedikit turun pada tahun 2019, lalu terjadi penurunan sangat besar sebesar 28,7 persen pada tahun 2020 menjadi hanya 60824 rupiah. Setelah tahun 2020, nilai pengeluaran secara konsisten naik setiap tahun hingga mencapai angka tertinggi pada tahun 2024.
Pengeluaran untuk sabun mandi ini menyumbang sekitar 33 persen dari total pengeluaran perawatan rumah tangga, 8,2 persen dari pengeluaran barang jasa umum, dan 75,8 persen dari total pengeluaran kategori kecantikan warga Kabupaten Boven Digoel. Jika dibandingkan dengan pengeluaran bulanan untuk makanan jadi, nilai pengeluaran sabun mandi mencapai 75,8 persen dari nilai pengeluaran makanan jadi per kapita setiap bulannya.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah seprovinsi Papua Selatan, Kabupaten Boven Digoel menempati urutan kedua tertinggi untuk pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Urutan pertama dipegang oleh Kabupaten Merauke dengan nilai 117129 rupiah, diikuti Boven Digoel, kemudian Kabupaten Asmat sebesar 69976 rupiah dan urutan terakhir Kabupaten Mappi dengan nilai 51096 rupiah. Untuk tingkat nasional, wilayah ini menempati peringkat 65 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Kabupaten Merauke
Kabupaten Merauke secara konsisten menempati peringkat pertama seprovinsi Papua Selatan untuk seluruh kategori pengeluaran rumah tangga, termasuk pengeluaran sabun mandi. Pada tahun 2024, wilayah ini mencatat pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 1966621 rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan sedikit sebesar 1 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan di wilayah ini mencapai 951648 rupiah, sementara pengeluaran bukan makanan mencapai 1014973 rupiah per kapita setiap bulannya.
(Baca: Persentase Penduduk Melek Huruf Periode 2013-2025)
Kabupaten Boven Digoel
Walaupun menempati urutan kedua seprovinsi, Kabupaten Boven Digoel mencatat penurunan untuk total pengeluaran keseluruhan sebesar 17,3 persen pada tahun 2024. Penurunan ini terjadi pada kategori pengeluaran bukan makanan yang turun sebesar 4,7 persen, sementara untuk kategori pengeluaran makanan justru mengalami kenaikan sebesar 10,8 persen. Posisi peringkat wilayah ini tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya, tetap berada di urutan kedua dari empat kabupaten yang ada di Provinsi Papua Selatan.
Kabupaten Asmat
Kabupaten Asmat menempati urutan ketiga seprovinsi untuk seluruh kategori pengeluaran rumah tangga. Wilayah ini mencatat penurunan total pengeluaran makanan dan bukan makanan sebesar 18,3 persen pada tahun 2024, namun untuk kategori pengeluaran bukan makanan justru mengalami kenaikan sangat besar sebesar 23,9 persen dari tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran sabun mandi, wilayah ini hanya mencatat pertumbuhan sedikit sebesar 1,8 persen pada tahun 2024, merupakan pertumbuhan terendah dibandingkan tiga kabupaten lainnya di provinsi ini.
Kabupaten Mappi
Kabupaten Mappi berada di urutan terakhir seprovinsi Papua Selatan untuk seluruh indikator pengeluaran rumah tangga yang dicatat. Pada tahun 2024, wilayah ini mencatat penurunan total pengeluaran keseluruhan sebesar 10,5 persen, namun mengalami kenaikan untuk pengeluaran makanan sebesar 7,1 persen dan kenaikan pengeluaran bukan makanan sebesar 5,6 persen. Untuk kategori pengeluaran sabun mandi, wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,9 persen pada tahun 2024, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Asmat.