Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk rokok dan tembakau di Kota Banjarmasin pada tahun 2025 mencapai 114225 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 8 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih penurunan sebesar 9989,4 rupiah per orang setiap bulannya. Selama periode 8 tahun pengamatan mulai tahun 2018, catatan pengeluaran untuk kategori ini menunjukkan pergerakan naik turun secara konsisten setiap periode tahun.
(Baca: ARAYA ENTERTAINMENT Alami Penurunan Subscriber Tertinggi 46.4% per 10 Oct 2026)
Sepanjang tahun 2018 hingga 2025, pengeluaran rokok dan tembakau Kota Banjarmasin tercatat mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2021 dengan nilai 143050 rupiah per kapita per bulan. Sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2023 dengan angka 96385 rupiah. Terdapat anomali penurunan sangat dalam pada tahun 2023 sebesar 23,1 persen, yang kemudian diikuti kenaikan sebesar 28,9 persen pada tahun 2024 sebelum akhirnya kembali turun pada tahun terakhir.
Dari seluruh pengeluaran rumah tangga per kapita per bulan, pengeluaran untuk rokok dan tembakau menyumbang sekitar 30,8 persen dari pengeluaran untuk aneka barang jasa, dan setara dengan 34,9 persen dari pengeluaran masyarakat untuk makanan jadi per bulan. Nilai pengeluaran rokok dan tembakau ini juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran bulanan untuk kecantikan, perawatan pribadi, maupun sabun mandi penduduk Kota Banjarmasin.
Berdasarkan ranking seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin menempati urutan ke 12 dari 13 wilayah untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2025. Urutan ini berada satu tingkat di atas Kabupaten Hulu Sungai Utara, dan satu tingkat di bawah Kabupaten Tabalong. Secara nasional, Kota Banjarmasin menempati peringkat 330 dari seluruh kabupaten kota di seluruh wilayah Indonesia.
Lima kabupaten dengan pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di Kalimantan Selatan tahun 2025 secara berurutan adalah Kabupaten Tanah Bumbu 164211 rupiah, Kabupaten Tapin 158154 rupiah, Kabupaten Kota Baru 155352 rupiah, Kota Banjar Baru 154054 rupiah dan Kabupaten Tanah Laut 148930 rupiah. Dari lima wilayah teratas ini, hanya Kabupaten Tanah Bumbu yang mencatat kenaikan pengeluaran sebesar 2,1 persen, sedangkan empat wilayah lainnya semuanya mencatat penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Banjar Baru
(Baca: Jumlah Rumah Rusak Ringan akibat Bencana Alam di Jawa Tengah | 2026)
Kota Banjar Baru mencatat pengeluaran total per kapita per bulan mencapai 2212576 rupiah pada tahun 2025, menjadikannya wilayah dengan pengeluaran penduduk tertinggi di seluruh Provinsi Kalimantan Selatan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 11,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengeluaran makanan mencapai 1004872 rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 1207704 rupiah. Untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau, wilayah ini menempati urutan keempat seprovinsi dengan nilai 154054 rupiah dan mengalami penurunan sedikit sebesar 1,2 persen pada tahun terakhir.
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tabalong menempati urutan kedua seluruh provinsi untuk total pengeluaran penduduk per kapita dengan nilai 2208850 rupiah per bulan tahun 2025. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 24,3 persen, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di Kalimantan Selatan. Pengeluaran makanan di kabupaten ini bahkan menjadi yang tertinggi seprovinsi dengan nilai 1089796 rupiah per kapita, sementara untuk rokok dan tembakau menempati urutan ke 11 dengan nilai 131617 rupiah dan mengalami penurunan sebesar 13,3 persen pada tahun 2025.
Kabupaten Tanah Bumbu
Kabupaten Tanah Bumbu menempati urutan ketiga untuk total pengeluaran penduduk seprovinsi dengan nilai 1951775 rupiah per kapita per bulan tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit total pengeluaran sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap mempertahankan posisi tiga teratas. Untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau, Kabupaten Tanah Bumbu menjadi yang tertinggi di seluruh Kalimantan Selatan dengan nilai 164211 rupiah, dan satu-satunya wilayah teratas yang mencatat kenaikan sebesar 2,1 persen pada tahun terakhir.
Kabupaten Balangan
Kabupaten Balangan mencatat total pengeluaran penduduk sebesar 1704922 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025, menempati urutan keempat di seluruh Provinsi Kalimantan Selatan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pengeluaran total sebesar 16,2 persen, dengan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan bahkan mencapai 30,1 persen menjadi salah satu tertinggi di daerah ini. Untuk pengeluaran rokok dan tembakau, Kabupaten Balangan menempati urutan kedelapan seprovinsi dengan nilai 136018 rupiah dan mengalami penurunan sedikit sebesar 3,5 persen dibandingkan tahun 2024.