Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah rumah rusak ringan akibat bencana alam di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada akhir tahun 2026 mencapai 154 unit. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 113 unit atau 275,61 persen dibandingkan tahun 2025. Selama 19 tahun periode pencatatan sejak 2008, data menunjukkan fluktuasi ekstrem dengan periode kenaikan dan penurunan masing-masing terjadi selama 9 tahun, tanpa ada periode nilai stagnan sepanjang riwayat pencatatan.
(Baca: Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Pagi Hari Diperdagangkan US$15.355 /Ton (Jumat, 16 Oktober 2026))
Nilai 154 unit tahun 2026 berada di atas rata-rata tahunan keseluruhan yang tercatat 143,63 unit. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 297,38 persen, angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang sebesar 198,67 persen. Kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2016 dengan pertumbuhan 2255,56 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2014 dengan hanya 12 unit rumah rusak ringan.
Pada tahun 2026, Kabupaten Banyumas menduduki peringkat ke-8 dari seluruh kabupaten kota di Pulau Jawa, serta peringkat 17 secara nasional. Peringkat ini mengalami kenaikan sangat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang sebelumnya berada di posisi 59 di Pulau Jawa dan 140 secara nasional. Nilai tahun ini menjadikan Kabupaten Banyumas masuk dalam 20 besar wilayah dengan jumlah rumah rusak ringan tertinggi seluruh Indonesia.
Kabupaten Parigi Moutong
Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi menduduki peringkat 14 nasional dengan nilai rumah rusak ringan tahun terakhir sebesar 173 unit. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 380,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah dalam daftar perbandingan. Dengan selisih kenaikan 137 unit tahun ini, nilai Kabupaten Parigi Moutong berada 19 unit di atas catatan Kabupaten Banyumas, dan menempati urutan teratas untuk daftar wilayah perbandingan tahun 2026.
Kabupaten Pati
Kabupaten Pati yang terletak di Pulau Jawa mencatat nilai rumah rusak ringan tahun 2026 sebesar 167 unit, menempati peringkat 15 nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 17,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan sebesar 36 unit. Di Pulau Jawa, Kabupaten Pati berada satu peringkat di atas Kabupaten Banyumas untuk tahun ini, dengan selisih nilai 13 unit rumah rusak ringan.
(Baca: Cuaca Labuhanbatu Selatan Hari Ini, 17 Oktober 2026: Hujan Ringan dengan Suhu 23-31 °C)
Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menduduki peringkat 16 nasional dengan catatan 166 unit rumah rusak ringan pada akhir 2026. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 155,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kenaikan nilai sebesar 101 unit. Sama seperti Kabupaten Banyumas, wilayah ini juga mengalami kenaikan peringkat secara signifikan pada tahun ini, berada satu posisi di atas Kabupaten Banyumas secara nasional dengan selisih nilai 12 unit.
Kabupaten Seram Bagian Timur
Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku mencatat 154 unit rumah rusak ringan tahun 2026, nilai yang persis sama dengan catatan Kabupaten Banyumas. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan 22 unit. Secara nasional kedua wilayah ini menempati peringkat yang sama yaitu nomor 17, menjadikan kedua wilayah memiliki nilai indikator identik pada tahun laporan ini.
Kabupaten Pesawaran
Kabupaten Pesawaran, Sumatera menduduki peringkat 19 nasional dengan nilai 147 unit rumah rusak ringan tahun 2026. Wilayah ini mengalami penurunan sangat besar sebesar 82,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penurunan nilai mencapai 697 unit. Penurunan ini merupakan yang terbesar diantara seluruh wilayah dalam daftar perbandingan, dan menjadikan nilai Kabupaten Pesawaran berada 7 unit di bawah catatan Kabupaten Banyumas tahun ini.
Kabupaten Sumenep
Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mencatat 138 unit rumah rusak ringan pada akhir tahun 2026, menempati peringkat 20 secara nasional. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 32,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih penurunan sebesar 66 unit. Di Pulau Jawa, Kabupaten Sumenep berada satu peringkat di bawah Kabupaten Banyumas, dengan selisih nilai 16 unit rumah rusak ringan untuk tahun laporan 2026.