Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa per kapita sebulan di Kabupaten Sidenreng Rappang tahun 2024 sebesar 208.778 rupiah. Angka ini mengalami penurunan sebesar 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 222.563 rupiah. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya mencapai minus 13.785 rupiah.
(Baca: Statistik Volume Ekspor SITC Kode 02 Hasil Susu dan Telur Periode 2023-2026)
Bandingkan dengan pengeluaran total masyarakat (makanan dan bukan makanan) di kabupaten ini tahun 2024 sebesar 1.423.968 rupiah, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 14,7 persen dari total tersebut. Sementara itu, pengeluaran untuk bukan makanan per kapita sebulan tahun 2024 sebesar 699.112 rupiah, sehingga pengeluaran aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 29,9 persen dari pengeluaran bukan makanan tersebut.
Melihat data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Sidenreng Rappang mengalami fluktuasi. Tahun 2018 hingga 2022, angka tersebut terus naik dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 19,8 persen, mencapai 226.870 rupiah. Namun, sejak tahun 2023, pengeluaran ini mulai menurun: tahun 2023 turun sedikit sebesar 1,9 persen, dan tahun 2024 turun lebih signifikan sebesar 6,2 persen.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2024, Kabupaten Sidenreng Rappang menempati peringkat ke-8 untuk pengeluaran aneka barang dan jasa per kapita sebulan. Peringkat ini tetap sama dibandingkan tahun sebelumnya. Beberapa kabupaten/kota yang berada di peringkat lebih tinggi antara lain Kota Makassar (peringkat 1 dengan 467.807 rupiah), Kabupaten Luwu Timur (peringkat 2 dengan 322.614 rupiah), Kota Palopo (peringkat3 dengan312.044 rupiah), Kabupaten Enrekang (peringkat4 dengan253.876 rupiah), dan Kota Parepare (peringkat5 dengan241.706 rupiah). Dari kelima kabupaten/kota tersebut, hanya Kota Makassar dan Kota Parepare yang mengalami penurunan pengeluaran tahun 2024, sedangkan yang lain mengalami kenaikan signifikan.
Kota Makassar
Kota Makassar menempati peringkat pertama di Provinsi Sulawesi Selatan untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.012.020 rupiah, dengan pertumbuhan 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, kota ini mencatat angka 1.803.702 rupiah tahun 2024, mengalami penurunan 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pengeluaran makanan per kapita sebulan tahun 2024 sebesar 791.682 rupiah, naik sebesar5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun total pengeluaran menurun, pengeluaran makanan masih mengalami kenaikan yang stabil.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Yapen Periode 2004 - 2024)
Kota Parepare
Kota Parepare menempati peringkat kedua untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 sebesar914.616 rupiah, dengan pertumbuhan signifikan sebesar28,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, kota ini mencatat angka1.535.908 rupiah tahun2024, mengalami penurunan11,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pengeluaran makanan per kapita sebulan tahun2024 sebesar621.292 rupiah, naik sebesar5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan pengeluaran bukan makanan yang tinggi meskipun total pengeluaran menurun menunjukkan bahwa masyarakat Kota Parepare lebih banyak mengalokasikan dana untuk kebutuhan bukan makanan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Luwu Timur
Kabupaten Luwu Timur menempati peringkat keempat untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun2024 sebesar701.298 rupiah, dengan pertumbuhan kecil sebesar2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, kabupaten ini mencatat angka1.379.043 rupiah tahun2024, mengalami penurunan10,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pengeluaran makanan per kapita sebulan tahun2024 sebesar677.746 rupiah, naik sebesar11,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan pengeluaran makanan yang cukup signifikan meskipun pertumbuhan bukan makanan stagnan menunjukkan bahwa kebutuhan dasar masyarakat di kabupaten ini masih menjadi prioritas utama.
Kabupaten Enrekang
Kabupaten Enrekang menempati peringkat kedelapan untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun2024 sebesar658.827 rupiah, dengan pertumbuhan tertinggi di antara kabupaten/kota seprovinsi sebesar53,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, kabupaten ini mencatat angka1.396.244 rupiah tahun2024, mengalami kenaikan9,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pengeluaran makanan per kapita sebulan tahun2024 sebesar737.416 rupiah, naik sebesar49,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan yang sangat signifikan pada kedua pengeluaran makanan dan bukan makanan menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat di Kabupaten Enrekang mengalami perkembangan yang baik tahun2024.