Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, mencapai Rp160.429 per kapita per bulan pada tahun 2024. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran masyarakat Kota Pagar Alam, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa ini merupakan bagian yang signifikan. Data menunjukkan bahwa pengeluaran untuk makanan mencapai Rp669.036 per kapita per bulan, dan pengeluaran untuk bukan makanan mencapai Rp438.443 per kapita per bulan di tahun yang sama. Dengan demikian, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa mencerminkan sekitar 14,5% dari total pengeluaran.
(Baca: Nilai PDRB ADHB Jasa Keuangan dan Asuransi Periode 2013-2025)
Secara historis, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kota Pagar Alam cenderung fluktuatif. Terjadi peningkatan signifikan pada tahun 2020 dengan pertumbuhan 27,9%, diikuti oleh kenaikan moderat 5,6% pada tahun 2021. Namun, pada tahun 2022, terjadi penurunan sebesar 17,9%. Meskipun demikian, pada dua tahun terakhir, pengeluaran kembali mengalami peningkatan, meski dengan tingkat pertumbuhan yang lebih rendah. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan angka Rp185.754 per kapita per bulan.
Pengeluaran masyarakat Kota Pagar Alam secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan yang bervariasi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan adalah Rp1.107.480 pada tahun 2024. Angka ini menempatkan Kota Pagar Alam pada urutan ke-12 di antara kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan, Kota Pagar Alam berada pada peringkat ke-13 dalam hal pengeluaran untuk aneka barang dan jasa pada tahun 2024. Sebagai perbandingan, Kota Palembang mencatat pengeluaran tertinggi dengan Rp357.048 per kapita per bulan, diikuti oleh Kabupaten Banyuasin dengan Rp223.788 per kapita per bulan. Kota Lubuk Linggau mencatatkan penurunan pengeluaran sebesar 11%, dengan nilai Rp216.356. Kabupaten Muara Enim menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 22,5% dengan pengeluaran mencapai Rp200.153, sementara Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur mengalami sedikit penurunan sebesar 1,4%, dengan nilai Rp161.387.
Berdasarkan data BPS, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Palembang adalah Rp861.308 pada tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan sebesar 10,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Musi Banyuasin mencatatkan pengeluaran Rp629.974, dengan pertumbuhan 23,5%. Kota Prabumulih memiliki pengeluaran Rp626.343, dengan pertumbuhan 7,5%. Kabupaten Muara Enim mencatatkan pengeluaran Rp576.717, dengan pertumbuhan tertinggi yakni 29%. Kota Lubuk Linggau memiliki pengeluaran Rp570.878, dengan pertumbuhan yang relatif stagnan yakni 0,2%.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Gunung Kidul | 2024)
Kota Palembang
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Palembang mencapai Rp815.005 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan sebesar 11,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadikan Palembang sebagai wilayah dengan pengeluaran makanan tertinggi di Sumatera Selatan. Total pengeluaran per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) di Palembang mencapai Rp1.676.313, meskipun mengalami penurunan sebesar 5,3% dibandingkan tahun sebelumnya, tetap menempati peringkat pertama di provinsi tersebut.
Kabupaten Musi Banyuasin
Kabupaten Musi Banyuasin mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp772.408 pada tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 25,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) di Musi Banyuasin mencapai Rp1.402.383, meningkat 3,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menempatkan Musi Banyuasin pada peringkat kedua di Sumatera Selatan dalam hal total pengeluaran.
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp753.848 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan sebesar 22,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, total pengeluaran per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) di Lahat mengalami penurunan signifikan sebesar 14%, menjadi Rp1.312.608. Penurunan ini mempengaruhi peringkat Lahat di Sumatera Selatan, meskipun tetap berada di posisi atas.
Kabupaten Banyuasin
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Banyuasin adalah Rp772.269 pada tahun 2024, meningkat 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) di Banyuasin mencapai Rp1.296.187, mengalami penurunan sebesar 1,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun terjadi penurunan tipis, Banyuasin tetap menjadi salah satu wilayah dengan pengeluaran tertinggi di Sumatera Selatan.