Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Kebumen pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp192.569 per kapita per bulan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5.4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara historis, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Kebumen mengalami fluktuasi. Pada tahun 2018, pengeluaran tercatat sebesar Rp119.012, kemudian meningkat menjadi Rp140.939 pada tahun 2019. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan angka 18.4%. Sempat mengalami sedikit penurunan turun 3.6% pada tahun 2021, pengeluaran kembali naik signifikan pada tahun 2022 sebesar 22.7%. Pada 2 tahun terakhir, pertumbuhan cenderung melambat, dengan kenaikan 2.1% pada tahun 2023 dan 5.4% pada tahun 2024.
(Baca: Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp. 16.659,4 per Dolar AS (Rabu, 26 November 2025))
Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Kebumen mencerminkan sebagian dari total pengeluaran masyarakat. Data pendukung menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi mencapai Rp185.308, sementara untuk rokok dan tembakau sebesar Rp79.261. Pengeluaran untuk perawatan pribadi seperti kecantikan dan sabun mandi juga cukup signifikan, masing-masing sebesar Rp25.040 dan Rp48.853.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Kebumen berada di peringkat 24 untuk pengeluaran aneka barang dan jasa pada tahun 2024. Di tingkat nasional, Kebumen menempati peringkat 356. Beberapa kabupaten/kota dengan pengeluaran tertinggi di Jawa Tengah antara lain Kota Salatiga (Rp487.824), Kota Magelang (Rp465.439), dan Kota Semarang (Rp440.252).
Beberapa kabupaten/kota dengan nilai pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024 tertinggi di Jawa Tengah adalah Kota Salatiga, Kota Magelang, Kota Semarang, Kota Surakarta, dan Kota Tegal. Kota Salatiga mencatat pengeluaran sebesar Rp487.824 dengan pertumbuhan 16.7% dan tetap berada di peringkat pertama se-provinsi. Kota Magelang, dengan pengeluaran Rp465.439 dan pertumbuhan 23%, menduduki peringkat kedua. Kota Semarang mencatatkan pengeluaran sebesar Rp440.252 dengan pertumbuhan 13% dan berada di peringkat ketiga. Kota Surakarta mengalami penurunan pertumbuhan -13.4% dengan nilai Rp370.546 dan turun ke peringkat keempat. Kota Tegal juga mengalami penurunan pertumbuhan -15% dengan nilai Rp347.861 dan berada di peringkat kelima.
Kota Semarang
Berdasarkan data BPS, Kota Semarang menunjukkan performa ekonomi yang kuat dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp1.322.997 pada tahun 2024, meningkat 12.6% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.175.466,33. Namun, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mengalami kenaikan dari Rp1.957.471 menjadi Rp2.237.782, dengan pertumbuhan 14.3%. Sementara itu, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan naik sebesar 14.7% dari Rp797.666,65 menjadi Rp914.785. Kota Semarang tetap menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah untuk kategori pengeluaran ini.
(Baca: Daftar Youtuber yang Banyak Kehilangan Subscriber 29 Nov 2025)
Kota Salatiga
Kota Salatiga, meski menunjukkan angka pengeluaran yang tinggi, mengalami penurunan pertumbuhan dalam beberapa aspek. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tercatat sebesar Rp1.315.195 pada tahun 2024, turun 14.4% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1.536.477,07. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan juga mengalami penurunan -10.9% menjadi Rp2.126.512. Meskipun demikian, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan menunjukkan penurunan -5.5% menjadi Rp811.317. Secara keseluruhan, Kota Salatiga menunjukkan dinamika penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Magelang
Kota Magelang menunjukkan stabilitas dalam pertumbuhan ekonomi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan meningkat tipis sebesar 1.8% dari Rp963.451,1 menjadi Rp980.996. Namun, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan stagnan di angka Rp1.670.216. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mengalami penurunan -6.6% menjadi Rp689.220. Secara keseluruhan, Kota Magelang menunjukkan angka yang relatif stabil dengan sedikit peningkatan pada pengeluaran bukan makanan.
Kota Surakarta
Kota Surakarta mengalami penurunan dalam beberapa indikator pengeluaran. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan turun 3.7% dari Rp978.669,55 menjadi Rp942.391. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mengalami penurunan signifikan -12.4% menjadi Rp1.702.178. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan juga turun tipis -0.9% menjadi Rp759.788. Meskipun demikian, Kota Surakarta tetap menjadi salah satu kota dengan tingkat pengeluaran tertinggi di Jawa Tengah.