Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Sampang tahun 2024 mencapai 119.409 rupiah. Angka ini naik sebesar 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 112.952 rupiah. Pengeluaran ini menjadi bagian dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut yang mencapai 118.848 rupiah, di mana pengeluaran rokok dan tembakau mendominasi sebagian besar dari total pengeluaran barang jasa tersebut.
(Baca: Cek Harga Emas Hari Ini Kamis, 5 Maret 2026: Turun ke Rp3,05 Juta)
Dibandingkan dengan pengeluaran total masyarakat Kabupaten Sampang tahun 2024, pengeluaran rokok dan tembakau per kapita sebulan menyumbang sekitar 13,2 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi (103.936 rupiah) dan sekitar 99,6 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi (32.132 rupiah). Pengeluaran untuk rokok dan tembakau juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan (22.884 rupiah) dan perawatan (31.830 rupiah).
Data historis pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Sampang dari tahun 2018 hingga 2024 menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2019, pengeluaran naik sebesar 15,2 persen menjadi 99.735 rupiah dari tahun 2018 yang sebesar 86.573 rupiah. Tahun 2020, pengeluaran sedikit turun sebesar 6,2 persen menjadi 93.535 rupiah, lalu tahun 2021 turun sedikit lagi sebesar 0,2 persen menjadi 93.333 rupiah. Tahun 2022, pengeluaran naik sebesar 17,8 persen menjadi 109.909 rupiah, diikuti kenaikan sebesar 2,8 persen tahun 2023 dan 5,7 persen tahun 2024. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2024, sedangkan pengeluaran terendah terjadi pada tahun 2018.
Berdasarkan data perbandingan dari BPS, Kabupaten Sampang menempati peringkat ke-13 di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Timur untuk pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Wilayah yang menempati peringkat lebih tinggi di provinsi tersebut antara lain Kabupaten Gresik (peringkat 1 dengan pengeluaran 168.530 rupiah), Kabupaten Sumenep (peringkat 2 dengan pengeluaran 163.113 rupiah), Kabupaten Sidoarjo (peringkat 3 dengan pengeluaran 159.821 rupiah), Kota Surabaya (peringkat 4 dengan pengeluaran 151.959 rupiah), dan Kabupaten Mojokerto (peringkat 5 dengan pengeluaran 146.484 rupiah). Sebagian besar wilayah peringkat atas ini mengalami pertumbuhan pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024, kecuali Kabupaten Sumenep yang turun sebesar 10,7 persen dan Kota Surabaya yang turun sebesar 6,6 persen.
Kota Surabaya
Kota Surabaya menempati peringkat pertama di Jawa Timur untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 1.541.006 rupiah, naik sebesar 34 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Kota Surabaya tahun 2024 mencapai 2.602.451 rupiah, turun sedikit sebesar 2,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di kota ini mencapai 1.061.445 rupiah, naik sebesar 29,6 persen dari tahun sebelumnya. Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Sampang yang hanya memiliki pengeluaran bukan makanan sebesar 326.840 rupiah dan pengeluaran total sebesar 841.067 rupiah tahun 2024.
(Baca: Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses ke Internet Perdesaan Periode 2013-2024)
Kabupaten Gresik
Kabupaten Gresik menempati peringkat keenam di Jawa Timur untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 927.469 rupiah, naik sebesar 32,5 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Kabupaten Gresik tahun 2024 mencapai 1.819.164 rupiah, turun sedikit sebesar 2,1 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di wilayah ini mencapai 891.695 rupiah, naik sebesar 26 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Gresik tahun 2024 menjadi tertinggi di provinsi Jawa Timur, menunjukkan bahwa konsumsi rokok dan tembakau di wilayah ini memiliki proporsi yang signifikan dibandingkan pengeluaran lainnya.
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo menempati peringkat keempat di Jawa Timur untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 1.077.404 rupiah, naik sebesar 14,7 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Kabupaten Sidoarjo tahun 2024 mencapai 1.959.255 rupiah, turun sedikit sebesar 7 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di wilayah ini mencapai 881.851 rupiah, naik sebesar 16 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Sidoarjo tahun 2024 menempati peringkat ketiga di provinsi, menunjukkan bahwa wilayah ini juga memiliki tingkat konsumsi rokok dan tembakau yang tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Timur.
Kabupaten Sampang
Kabupaten Sampang menempati peringkat ketujuh puluh tujuh di Jawa Timur untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan tahun 2024 dengan nilai 326.840 rupiah, naik sebesar 13,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Kabupaten Sampang tahun 2024 mencapai 841.067 rupiah, naik sebesar 7,5 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulan di wilayah ini mencapai 514.228 rupiah, naik sebesar 15,6 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun pengeluaran total masyarakat di Kabupaten Sampang lebih rendah dibandingkan kota besar seperti Surabaya atau kabupaten seperti Gresik, proporsi pengeluaran rokok dan tembakau terhadap total pengeluaran masih cukup signifikan, menunjukkan bahwa konsumsi rokok dan tembakau menjadi prioritas bagi sebagian besar masyarakat di wilayah ini.