Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2024 mencapai 70524 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 10 persen dibandingkan tahun 2023. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, nilai pengeluaran ini hanya pernah turun satu kali yaitu pada tahun 2019 sebesar 7,8 persen, sebelum kembali naik secara berturut-turut hingga tahun terakhir.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Sikka 2,62 Persen)
Dari total pengeluaran masyarakat per kapita sebulan, biaya untuk sabun mandi menyumbang sekitar 3,4 persen dari total pengeluaran aneka barang jasa. Nilai ini juga setara dengan 156,7 persen dari rata-rata pengeluaran perawatan, dan sekitar setengah dari pengeluaran bulanan untuk kategori kecantikan penduduk di wilayah ini. Sementara itu pengeluaran sabun mandi masih jauh lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 138686 rupiah per kapita setiap bulan.
Sepanjang tujuh tahun data tercatat, terjadi fluktuasi pertumbuhan yang jelas. Setelah penurunan pada tahun 2019, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan angka pertumbuhan 27,5 persen. Satu satunya penurunan yang terjadi hanya pada tahun 2019, sementara seluruh tahun lain menunjukkan arah pertumbuhan positif. Rata-rata pertumbuhan tahunan selama lima tahun terakhir mencapai 12,76 persen, sementara rata-rata tiga tahun terakhir mencapai 13,8 persen.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Sumatera Utara, Kabupaten Tapanuli Utara menempati urutan ke 8 dari 33 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Urutan ini berada tepat di bawah Kota Pematang Siantar, dan di atas Kabupaten Simalungun. Untuk skala pulau Sumatera wilayah ini menempati urutan 47, dan peringkat 184 dari seluruh kabupaten kota di seluruh Indonesia.
Tujuh kabupaten yang berada di atas peringkat Kabupaten Tapanuli Utara secara berturut-turut adalah Kabupaten Karo, Kota Binjai, Kabupaten Toba Samosir, Kota Medan, Kabupaten Samosir, Kota Tebing Tinggi dan Kota Pematang Siantar. Dari seluruh wilayah tersebut, Kota Binjai mencatat pertumbuhan tertinggi tahun 2024 sebesar 41,6 persen, sementara hanya Kota Medan yang mengalami penurunan pengeluaran sabun mandi sebesar 6,7 persen pada tahun yang sama.
Kota Medan
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk SMA Negeri 17 Bandung SPMB 2026)
Kota Medan sebagai wilayah dengan penduduk terbesar di Sumatera Utara mencatat total pengeluaran per kapita sebulan gabungan makanan dan bukan makanan sebesar 2180581 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini menempati urutan pertama seluruh wilayah di provinsi ini, meskipun mengalami sedikit penurunan sebesar 2,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk kategori makanan di Kota Medan mencapai 949728 rupiah per kapita per bulan, sementara pengeluaran bukan makanan mencapai 1230852 rupiah yang juga menempati peringkat pertama seprovinsi.
Kabupaten Karo
Kabupaten Karo tercatat memiliki pengeluaran sabun mandi tertinggi se Sumatera Utara tahun 2024 dengan nilai 95752 rupiah per kapita setiap bulan. Wilayah ini menempati urutan keempat untuk total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan, dengan pertumbuhan 3,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan Kabupaten Karo bahkan menempati urutan pertama seluruh provinsi dengan nilai 1129623 rupiah per kapita per bulan, sementara pengeluaran bukan makanan berada di urutan kedua belas.
Kabupaten Toba Samosir
Kabupaten Toba Samosir mencatat pertumbuhan total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan sebesar 12,5 persen pada tahun 2024, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi ini. Wilayah ini menempati urutan kedua untuk total pengeluaran per kapita, dengan nilai mencapai 1809872 rupiah setiap bulan. Pengeluaran makanan wilayah ini berada di urutan ketiga seprovinsi, sementara pengeluaran bukan makanan menempati urutan ketiga secara berturut-turut tanpa perubahan peringkat dari tahun sebelumnya.
Kota Binjai
Kota Binjai mencatat pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 12,9 persen pada tahun 2024, dengan total nilai mencapai 796148 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini menempati urutan kelima untuk total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan, dengan pertumbuhan keseluruhan mencapai 19,9 persen yang menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh Sumatera Utara pada tahun terakhir. Pengeluaran untuk sabun mandi di Kota Binjai juga tumbuh sebesar 41,6 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi untuk kategori ini di seluruh provinsi.