Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk kebutuhan kecantikan di Kota Kotamobagu mencapai 45037 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini menunjukkan kenaikan sebesar 11 persen dibandingkan tahun 2023. Selama periode 2018 sampai 2024, angka pengeluaran ini tercatat mengalami pergerakan naik turun dengan catatan pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 48655 rupiah per kapita setiap bulan.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Armenia 2024)
Nilai pengeluaran kecantikan tahun 2024 ini menyumbang sekitar 16,9 persen dari total pengeluaran perawatan warga, 5,9 persen dari total pengeluaran barang dan jasa umum, serta setara dengan 32,5 persen dari pengeluaran bulanan untuk sabun mandi. Selain itu nilai ini sebesar 20,7 persen dari rata-rata pengeluaran bulanan warga untuk kategori makanan jadi.
Secara historis selama tujuh tahun terakhir, pengeluaran kecantikan di wilayah ini sempat mencatat kenaikan tertinggi sebesar 31,3 persen pada tahun 2019. Pada tahun 2021 tercatat penurunan sedikit sebesar 1,3 persen, sebelum kemudian terjadi penurunan sebesar 30,6 persen pada tahun 2022. Setelah tahun 2022, angka pengeluaran ini kembali naik selama dua tahun berturut-turut hingga tahun 2024.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Sulawesi Utara, Kota Kotamobagu menempati urutan kedua untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Urutan pertama diduduki oleh Kota Bitung dengan pengeluaran kecantikan sebesar 63244 rupiah per kapita per bulan, disusul kemudian Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kota Manado dan Kota Tomohon pada lima urutan teratas. Secara nasional Kota Kotamobagu berada pada peringkat 128 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Untuk pertumbuhan tahun 2024, Kota Bitung mencatatkan kenaikan pengeluaran kecantikan tertinggi di provinsi ini sebesar 38,8 persen, diikuti Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sebesar 37,9 persen. Sementara Kota Kotamobagu mencatatkan pertumbuhan 11 persen, posisi peringkat wilayah ini tidak berubah dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya. Terdapat tujuh kabupaten kota di Sulawesi Utara yang justru mencatatkan penurunan pengeluaran kecantikan pada tahun yang sama.
Kota Manado
(Baca: Pengeluaran Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan di Tanjung Pandan Bulan Juni Naik 0,82%)
Kota Manado menempati urutan pertama di seluruh Sulawesi Utara untuk total pengeluaran per kapita bulanan gabungan makanan dan bukan makanan pada tahun 2024 dengan nilai mencapai 1926901 rupiah. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan total pengeluaran sebesar 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengeluaran bukan makanan mencapai 1058229 rupiah yang juga menempati urutan pertama provinsi. Pengeluaran untuk kategori makanan di Kota Manado mencapai 868672 rupiah per kapita per bulan, menempati urutan kedua di provinsi.
Kota Tomohon
Kota Tomohon secara konsisten menempati urutan kedua untuk total pengeluaran warga di Sulawesi Utara, dengan nilai total pengeluaran tahun 2024 mencapai 1813625 rupiah per kapita setiap bulan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan total pengeluaran sebesar 13,4 persen, salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi untuk tahun ini. Pengeluaran bukan makanan di Kota Tomohon tumbuh sebesar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi untuk kategori tersebut di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
Kota Bitung
Kota Bitung menempati urutan ketiga untuk total pengeluaran per kapita warga tahun 2024 dengan nilai 1765087 rupiah, sekaligus menjadi wilayah dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di seluruh provinsi. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan total pengeluaran sebesar 11,9 persen, dengan pengeluaran makanan mencapai 865570 rupiah yang menempati urutan ketiga provinsi. Peringkat Kota Bitung untuk seluruh kategori pengeluaran utama tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa menempati urutan pertama di seluruh Sulawesi Utara untuk kategori pengeluaran makanan per kapita tahun 2024 dengan nilai mencapai 875626 rupiah setiap bulan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 12,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara total pengeluaran gabungan mencapai 1710900 rupiah yang menempati urutan keempat provinsi. Peringkat wilayah ini untuk kategori makanan bertahan di posisi pertama selama dua tahun berturut-turut.