Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Bangka Selatan sebesar Rp 217.072 per kapita per bulan pada tahun 2024. Angka ini mengalami penurunan sebesar 6.4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk berbagai barang dan jasa sebesar Rp 2.334.046, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi hanya mencakup sekitar 9.3 persen dari total pengeluaran. Sementara itu, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan sebesar Rp 870.844, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi mencapai 24.9 persen.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Banten 2015 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Bangka Selatan menunjukkan fluktuasi. Terjadi kenaikan dari tahun 2018 hingga 2020, kemudian penurunan pada tahun 2021, dan kembali naik signifikan pada tahun 2022. Namun, pada dua tahun terakhir, yaitu 2023 dan 2024, terjadi penurunan. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2022 dengan nilai Rp 240.082.
Pengeluaran masyarakat Kabupaten Bangka Selatan secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan yang bervariasi. Data BPS menunjukkan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa adalah Rp 228.145, pengeluaran untuk kecantikan Rp 27.480, perawatan Rp 39.739, rokok dan tembakau Rp 185.878, dan sabun mandi Rp 67.404.
Berdasarkan data perbandingan dari BPS, pada tahun 2024, Kabupaten Bangka Selatan menempati peringkat ke-5 dari 7 kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam hal pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi. Peringkat ini sama dengan tahun sebelumnya. Secara nasional, Kabupaten Bangka Selatan berada di peringkat ke-181.
Kota Pangkal Pinang mencatatkan nilai pengeluaran tertinggi untuk makanan dan minuman jadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2024, yaitu Rp 299.603, dengan pertumbuhan 10.7 persen. Kabupaten Belitung berada di urutan kedua dengan pengeluaran Rp 285.870 dan pertumbuhan 5.1 persen. Kabupaten Bangka Barat mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu 24.1 persen, dengan nilai pengeluaran Rp 243.539. Kabupaten Belitung Timur mengalami penurunan sebesar 9.5 persen dengan nilai Rp 230.616.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Jasa Pendidikan Periode 2013-2024)
Rata-rata pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Bangka Selatan selama tiga tahun terakhir (2022-2024) adalah Rp 229.699. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran selama lima tahun terakhir (2018-2022) yang sebesar Rp 208.066, menunjukkan peningkatan pengeluaran masyarakat untuk kategori ini dalam jangka panjang.
#### Kota Pangkal PinangKota Pangkal Pinang menduduki peringkat pertama se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 1.294.666 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 18.9 persen dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat yang kuat di sektor non-makanan. Besarnya pengeluaran ini jauh melampaui kabupaten/kota lainnya, mencerminkan statusnya sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan di provinsi tersebut.
#### Kabupaten Belitung TimurKabupaten Belitung Timur mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan sebesar Rp 1.002.638 pada tahun 2024, sedikit mengalami kenaikan sebesar 0.5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan relatif kecil, angka ini menempatkan Belitung Timur di posisi kedua se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk kategori ini. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat Belitung Timur tetap memprioritaskan pengeluaran untuk makanan, sejalan dengan sektor pariwisata yang berkembang di wilayah tersebut.
#### Kabupaten BelitungKabupaten Belitung menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar Rp 1.985.933 pada tahun 2024. Terjadi penurunan tipis turun 0.6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, Belitung tetap menduduki peringkat ketiga se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pengeluaran yang besar ini mencerminkan bahwa Belitung sebagai daerah wisata memiliki kebutuhan dan preferensi konsumsi yang berbeda dibandingkan dengan kabupaten lain.
#### Kabupaten BangkaKabupaten Bangka mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 798.997 pada tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 19.5 persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini menempatkan Bangka di peringkat keempat se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pertumbuhan pengeluaran non-makanan ini mengindikasikan adanya peningkatan kesejahteraan dan perubahan pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Bangka.