Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kota Gorontalo untuk rokok dan tembakau pada tahun 2025 mencapai 105819 rupiah per bulan. Angka ini mengalami penurunan sebesar 13,9 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih penurunan mencapai 17107 rupiah per kapita setiap bulannya. Sepanjang periode 2018 hingga 2025, catatan pengeluaran untuk kelompok barang ini menunjukkan pergerakan naik turun secara konsisten setiap tahun tanpa ada periode stagnan lebih dari satu tahun.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Pati | 2025)
Sepanjang delapan tahun data tercatat, pengeluaran tertinggi untuk rokok dan tembakau di Kota Gorontalo terjadi pada tahun 2023 dengan nilai 129128 rupiah per kapita per bulan. Setelah mencapai nilai tersebut, pengeluaran mengalami penurunan dua tahun berturut-turut hingga tahun 2025. Sementara nilai terendah dalam periode ini tercatat pada tahun 2018 dengan angka 94261 rupiah per kapita per bulan. Anomali pergerakan terjadi pada tahun 2020 dimana terjadi kenaikan sebesar 15,1 persen secara tiba-tiba setelah dua tahun sebelumnya hampir stagnan.
Berdasarkan perbandingan posisi, Kota Gorontalo berada di urutan keempat dari enam kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Gorontalo untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2025. Tiga wilayah di atas Kota Gorontalo secara berurutan adalah Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Bone Bolango. Secara nasional, posisi Kota Gorontalo berada di peringkat 378 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, sedangkan secara tingkat pulau Sulawesi berada di peringkat 63.
Jika dibandingkan dengan pos pengeluaran masyarakat lain, pengeluaran untuk rokok dan tembakau setara dengan 32,5 persen dari total rata-rata pengeluaran aneka barang jasa masyarakat. Nilai ini juga hampir menyamai rata-rata pengeluaran untuk kebutuhan kecantikan, bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran untuk perawatan pribadi masyarakat Kota Gorontalo setiap bulannya. Angka ini juga mencapai 42,4 persen dari rata-rata pengeluaran masyarakat untuk makanan jadi per kapita setiap bulan.
Kabupaten Pohuwato
Kabupaten Pohuwato menempati urutan pertama tertinggi se-Provinsi Gorontalo untuk pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2025 dengan nilai 126842 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga menjadi satu-satunya daerah di provinsi ini yang mencatatkan kenaikan pengeluaran rokok sebesar 11,8 persen pada tahun 2025. Untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan, Kabupaten Pohuwato berada di peringkat kelima dengan nilai 1174240 rupiah, mengalami penurunan sebesar 2,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Gowa 2025: Kenaikan Jadi Rp1,42 Juta per Bulan)
Kabupaten Gorontalo Utara
Pada urutan kedua pengeluaran rokok dan tembakau seprovinsi terdapat Kabupaten Gorontalo Utara dengan nilai 111574 rupiah per kapita per bulan tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan penurunan pengeluaran rokok sebesar 7,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran seluruh kebutuhan, Kabupaten Gorontalo Utara berada di peringkat keempat seprovinsi dengan nilai 1224906 rupiah per kapita per bulan, mengalami penurunan sebesar 9,2 persen pada tahun 2025.
Kabupaten Bone Bolango
Kabupaten Bone Bolango menempati urutan ketiga pengeluaran rokok dan tembakau seprovinsi dengan nilai 107832 rupiah per kapita per bulan tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan penurunan pengeluaran rokok sebesar 8,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran seluruh kebutuhan masyarakat, Kabupaten Bone Bolango masih menjadi yang tertinggi se-Provinsi Gorontalo dengan nilai 1421530 rupiah per kapita per bulan, meskipun mengalami sedikit penurunan sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun 2024.
Kabupaten Gorontalo
Kabupaten Gorontalo menempati urutan terakhir pengeluaran rokok dan tembakau seprovinsi dengan nilai 96709 rupiah per kapita per bulan tahun 2025. Wilayah ini menjadi satu-satunya selain Kabupaten Pohuwato yang mencatatkan kenaikan pengeluaran rokok, yaitu sebesar 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran seluruh kebutuhan, Kabupaten Gorontalo berada di peringkat ketiga seprovinsi dengan nilai 1324916 rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan sebesar 12,3 persen pada tahun 2025.