Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi Kota Sibolga pada tahun 2025 mencapai 306440 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 8,7 persen dibandingkan tahun 2024. Sepanjang periode 2018 sampai 2025, tercatat hanya sekali terjadi penurunan yaitu pada tahun 2021 sebesar 2,7 persen, selebihnya seluruh periode menunjukkan angka pertumbuhan positif.
(Baca: Jawa Barat Catatkan Nilai Investasi PMD Sektor Industri Lainnya Tertinggi)
Sepanjang 8 tahun pencatatan, pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun terakhir yaitu 2025. Kenaikan terbesar tercatat pada tahun 2019 dengan pertumbuhan 29,3 persen, setelah itu pertumbuhan berjalan lebih landai sampai tahun 2023, sebelum kembali menunjukkan peningkatan yang konsisten pada dua tahun terakhir. Rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir berada pada angka 4,78 persen per tahun.
Berdasarkan perbandingan se-provinsi Sumatera Utara, Kota Sibolga menempati urutan ketiga untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Hanya Kabupaten Karo dengan nilai 317164 rupiah dan Kota Tebing Tinggi sebesar 315680 rupiah yang memiliki nilai pengeluaran lebih tinggi. Secara nasional, Kota Sibolga berada pada peringkat 63 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan peringkat 15 untuk skala pulau Sumatera.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 19,7 persen dari total pengeluaran per kapita masyarakat Kota Sibolga pada tahun 2025. Sementara itu pengeluaran untuk rokok dan tembakau masyarakat Kota Sibolga mencapai 159817 rupiah per kapita per bulan, pengeluaran untuk keperluan kecantikan tercatat 62154 rupiah dan perawatan pribadi sebesar 41923 rupiah setiap bulannya.
Perbandingan dengan Wilayah Lain di Sumatera Utara
Kabupaten Karo sebagai pemeringkat pertama memiliki pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 7,9 persen pada tahun 2025. Urutan kedua ditempati Kota Tebing Tinggi dengan pertumbuhan yang sama persis dengan Kota Sibolga yaitu 8,7 persen. Sementara itu Kota Medan yang selama ini dikenal sebagai wilayah dengan ekonomi terbesar di provinsi ini justru mencatat penurunan sebesar 9,7 persen sehingga turun ke urutan keempat di tahun 2025. Peringkat Kota Sibolga tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
(Baca: Statistik Nilai Ekspor Menurut Kelompok Barang Kulit dan Barang dari Kulit Periode 2019-2025)
Data Pengeluaran Non Makanan
Badan Pusat Statistik juga mencatat pengeluaran non makanan per kapita Kota Sibolga pada tahun 2025 mencapai 692492 rupiah, menempati urutan kesembilan se-provinsi Sumatera Utara. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 46,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi untuk kategori ini di seluruh wilayah Sumatera Utara. Pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan provinsi yang hanya mencapai 7,2 persen pada tahun yang sama.
Perkembangan Lima Tahun Terakhir
Selama lima tahun terakhir tercatat pengeluaran makanan dan minuman jadi Kota Sibolga naik sebesar 22,8 persen secara kumulatif. Dibandingkan periode 2018 sampai 2020, rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir menunjukkan angka yang lebih stabil. Tidak terjadi lagi fluktuasi pertumbuhan yang sangat besar seperti yang terjadi pada awal periode pencatatan. Seluruh tahun setelah 2021 selalu mencatat pertumbuhan positif tanpa penurunan sama sekali.
Pola Pengeluaran Masyarakat
Data menunjukkan masyarakat Kota Sibolga secara konsisten meningkatkan alokasi anggaran untuk makanan dan minuman jadi setiap tahunnya. Peringkat yang stabil di tiga besar provinsi menunjukkan pola konsumsi ini juga diikuti oleh daya beli masyarakat yang terus terjaga. Satu-satunya penurunan yang pernah tercatat hanya terjadi pada tahun 2021, yang merupakan satu-satunya anomali sepanjang 8 tahun periode data yang dicatat.