PDB Menurut Daya Beli di Mikronesia, Federasi Serikat 2024
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Mikronesia Federasi Serikat tahun 2024 tercatat pada nilai 1,08 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan berkelanjutan sejak tahun 2021, setelah sebelumnya mengalami kontraksi ekonomi dalam tiga tahun berturut-turut pada periode 2019 sampai 2021. Kontraksi yang dimaksud adalah penurunan nilai pertumbuhan ekonomi secara negatif berturut-turut, dimana pada periode tersebut rata-rata penurunan mencapai 4,07 persen setiap tahunnya.
(Baca: Harga Timah Naik Menjadi US$55.300 per Ton per Senin, 07 September 2026)
Dalam tiga tahun terakhir yaitu periode 2022 sampai 2024, PDB PPP negara ini mencatat pertumbuhan positif secara konsisten masing-masing sebesar 2,09 persen, 2,53 persen dan 2,94 persen. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir mencapai 2,52 persen, angka ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir yang hanya tercatat 0,05 persen akibat tekanan kontraksi pada awal periode.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Mikronesia, Federasi Serikat terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Sepanjang 10 tahun data historis, kenaikan tertinggi PDB PPP Mikronesia terjadi pada tahun 2018 dengan pertumbuhan 6,34 persen. Sementara penurunan terendah tercatat pada tahun 2015 sebesar minus 6,36 persen. Fluktuasi yang terjadi berarti terdapat periode lonjakan pertumbuhan tinggi yang kemudian diikuti penurunan tajam sebelum akhirnya kembali membaik secara bertahap mulai tahun 2022.
Terdapat anomali pada tahun 2020 dimana meskipun secara global terjadi tekanan ekonomi, penurunan PDB PPP Mikronesia hanya sebesar 4,79 persen, lebih kecil dibandingkan penurunan rata-rata negara Oseania pada periode yang sama. Sepanjang 10 tahun terakhir, hanya ada 4 tahun yang mencatat pertumbuhan negatif, dan seluruh periode negatif tersebut terjadi sebelum tahun 2022.
(Baca: Harga Minyak Dunia Turun ke US$ 96,99 per Barel (Selasa, 08 September 2026))
Berdasarkan peringkat regional kawasan Oseania, posisi Mikronesia Federasi Serikat tahun 2024 tetap berada di urutan 10, tidak terjadi perubahan peringkat dibandingkan dua tahun sebelumnya. Posisi ini berada di atas Kiribati, Kepulauan Marshall dan Palau, namun masih berada di bawah 5 negara teratas kawasan yaitu Vanuatu, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Samoa dan Nauru.
Data proyeksi IMF menunjukkan PDB PPP Mikronesia akan terus mengalami kenaikan sampai tahun 2030, namun laju pertumbuhan akan mengalami penurunan secara bertahap. Setelah tumbuh 2,94 persen pada 2024, proyeksi pertumbuhan akan turun menjadi 2,3 persen pada 2025, dan terus melambat sampai hanya di bawah 0,4 persen pada akhir periode proyeksi.
Meskipun laju pertumbuhan diproyeksikan melambat, tidak ada indikasi terjadinya kontraksi sampai 6 tahun ke depan. Kondisi ini menunjukkan ekonomi Mikronesia sudah keluar dari periode tekanan pasca 2021, namun belum memiliki penggerak ekonomi yang mampu mendorong lonjakan pertumbuhan tinggi seperti yang pernah dicapai pada tahun 2018.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.942 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |