Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk kebutuhan kecantikan di Kabupaten Kayong Utara pada tahun 2024 mencapai 36050 rupiah per orang setiap bulan. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 12,6 persen dibandingkan tahun 2023. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, pengeluaran ini tercatat terus naik setiap tahun tanpa pernah mengalami penurunan sama sekali.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kep. Bangka Belitung 2015 - 2024)
Nilai pengeluaran kecantikan tersebut menyumbang sekitar 15,5 persen dari total pengeluaran perawatan penduduk, 7,7 persen dari pengeluaran aneka barang jasa, dan 19,2 persen dari pengeluaran untuk sabun mandi setiap bulannya. Jika dibandingkan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran kecantikan mencapai 19,2 persen dari total belanja makanan jadi penduduk kabupaten ini.
Sepanjang tujuh tahun data tercatat, kenaikan pengeluaran kecantikan tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 15 persen, sedangkan kenaikan paling sedikit terjadi pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 3,6 persen. Rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir mencapai 8,8 persen setiap tahun sedangkan rata-rata tiga tahun terakhir mencapai 10,4 persen. Hal menunjukkan percepatan kenaikan pengeluaran kecantikan terjadi dalam tiga tahun terakhir.
Berdasarkan peringkat seprovinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Kayong Utara menempati urutan kelima dari 14 kabupaten dan kota yang ada. Di atas wilayah ini berturut-turut adalah Kota Pontianak, Kabupaten Sintang, Kota Singkawang dan Kabupaten Kapuas Hulu. Secara nasional, wilayah ini berada pada peringkat 208 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan peringkat 40 untuk seluruh wilayah di Pulau Kalimantan.
Untuk tahun 2024, tercatat hanya tiga wilayah di Kalimantan Barat yang mengalami kenaikan pengeluaran kecantikan. Selain Kabupaten Kayong Utara, wilayah lain yang mencatatkan kenaikan adalah Kabupaten Sintang 42,1 persen, Kota Singkawang 25,7 persen dan Kabupaten Sekadau 6,9 persen. Sebelas wilayah lain justru mencatatkan penurunan bahkan ada yang mencapai penurunan lebih dari 40 persen seperti yang terjadi di Kabupaten Melawi.
Kabupaten Kayong Utara
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau di Kab. Parigi Moutong 2018 - 2024)
Untuk pengeluaran bukan makanan secara keseluruhan, wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 32,8 persen pada tahun 2024, menjadi nilai 675863 rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi kedua di seluruh Kalimantan Barat, hanya kalah dari Kabupaten Kapuas Hulu. Peringkat wilayah ini untuk pengeluaran bukan makanan juga naik dari peringkat tujuh pada tahun sebelumnya menjadi peringkat empat di tahun 2024. Nilai ini sudah melampaui pengeluaran bukan makanan dari Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Landak.
Kota Pontianak
Sebagai wilayah dengan peringkat teratas pengeluaran kecantikan, Kota Pontianak mencatatkan nilai 74286 rupiah per kapita per bulan untuk kebutuhan kecantikan tahun 2024. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total per kapita secara keseluruhan, Kota Pontianak masih tetap berada di peringkat pertama seprovinsi dengan nilai total pengeluaran mencapai 2,08 juta rupiah setiap bulan per orang, dengan pertumbuhan yang sangat sedikit yaitu 0,2 persen.
Kabupaten Sintang
Kabupaten Sintang mencatatkan pertumbuhan pengeluaran kecantikan tertinggi seprovinsi yaitu sebesar 42,1 persen pada tahun 2024, dengan nilai mencapai 58189 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga mencatatkan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 16,1 persen, dan tetap berada di peringkat ketiga untuk total pengeluaran per kapita seprovinsi. Pertumbuhan pengeluaran makanan di wilayah ini juga tercatat mencapai 13,4 persen, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kabupaten lain di sekitarnya.
Kota Singkawang
Kota Singkawang berada di peringkat ketiga pengeluaran kecantikan tahun 2024 dengan nilai 44175 rupiah per kapita setiap bulan. Wilayah ini mencatatkan kenaikan 25,7 persen untuk pengeluaran kecantikan, namun untuk pengeluaran total secara keseluruhan justru mengalami penurunan sebesar 11,3 persen. Peringkat wilayah ini untuk total pengeluaran tetap berada di urutan kedua seprovinsi, meskipun pertumbuhan pengeluaran bukan makanan hanya tercatat sangat sedikit yaitu 0,3 persen pada tahun 2024.