Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Gowa tahun 2024 sebesar 55.259 Rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 6,6 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 59.161 Rupiah. Pengeluaran ini merupakan bagian dari total pengeluaran non-makanan masyarakat Gowa yang tumbuh 7,9 persen menjadi 620.362 Rupiah per kapita sebulan pada tahun yang sama.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kota Mataram | 2024)
Dari data historis periode 2018-2024, pengeluaran perawatan kulit di Gowa menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran berada di 34.282 Rupiah, kemudian turun sedikit menjadi 33.515 Rupiah pada 2019. Tahun 2020 terjadi kenaikan signifikan sebesar 20,1 persen menjadi 40.259 Rupiah, sebelum turun sedikit 12,7 persen pada 2021 menjadi 35.146 Rupiah. Kenaikan kembali terjadi pada 2022 (32,6 persen menjadi 46.610 Rupiah) dan 2023 (26,9 persen menjadi 59.161 Rupiah), yang merupakan pengeluaran tertinggi dalam periode ini sebelum penurunan sedikit pada 2024.
Di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa menempati peringkat ke-7 untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran tertinggi adalah Kota Makassar (peringkat 1, 110.832 Rupiah, penurunan 8 persen), Kabupaten Bantaeng (peringkat 2, 80.457 Rupiah, kenaikan 144,8 persen), Kabupaten Enrekang (peringkat 3,72.879 Rupiah, kenaikan 100,6 persen), Kota Parepare (peringkat4,62.705 Rupiah, penurunan29,3 persen), dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (peringkat5,61.305 Rupiah, kenaikan45,5 persen). Kabupaten Bantaeng mencatat pertumbuhan tertinggi di antara semua wilayah, sementara Kota Parepare mengalami penurunan terbesar.
Proporsi pengeluaran perawatan kulit di Gowa terhadap total pengeluaran masyarakat cukup kecil. Pengeluaran perawatan kulit sebesar 55.259 Rupiah menyumbang sekitar 8,9 persen dari total pengeluaran non-makanan (620.362 Rupiah) dan 4,3 persen dari total pengeluaran makanan dan non-makanan (1.279.635 Rupiah). Dibandingkan kategori lain, pengeluaran perawatan kulit lebih tinggi dari rata-rata pengeluaran kecantikan sebesar36.636 Rupiah, tetapi lebih rendah dari pengeluaran sabun mandi (56.114 Rupiah), makanan jadi (187.412 Rupiah), dan rokok serta tembakau (135.562 Rupiah).
Perkembangan pengeluaran umum masyarakat Gowa menunjukkan bahwa pengeluaran makanan tumbuh signifikan sebesar20,5 persen menjadi659.273 Rupiah per kapita sebulan pada2024, sedangkan total pengeluaran makanan dan non-makanan turun sedikit1,9 persen. Kenaikan pengeluaran makanan yang besar mungkin menjadi alasan penurunan sedikit pengeluaran perawatan kulit, karena masyarakat mengalokasikan lebih banyak dana ke kebutuhan pokok.
Kota Makassar
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Jawa Timur 2015 - 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Makassar sebagai wilayah dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di Sulawesi Selatan tahun2024, sebesar110.832 Rupiah per kapita sebulan, meskipun mengalami penurunan sedikit8 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran non-makanan di kota ini tumbuh8,9 persen menjadi1.012.020 Rupiah, sementara pengeluaran makanan tumbuh5,7 persen menjadi791.682 Rupiah. Total pengeluaran makanan dan non-makanan turun sedikit3,6 persen menjadi1.803.702 Rupiah, menunjukkan bahwa meskipun pengeluaran non-makanan meningkat, pengeluaran makanan tidak cukup besar untuk menopang total pengeluaran.
Kabupaten Bantaeng
Kabupaten Bantaeng mencatat pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit terbesar di Sulawesi Selatan tahun2024, sebesar144,8 persen menjadi80.457 Rupiah per kapita sebulan, yang membuatnya menempati peringkat ke-2. Pengeluaran non-makanan di wilayah ini tumbuh40,5 persen menjadi599.915 Rupiah, dan pengeluaran makanan tumbuh34 persen menjadi759.120 Rupiah. Total pengeluaran makanan dan non-makanan tumbuh14,5 persen menjadi1.359.035 Rupiah, menunjukkan peningkatan ekonomi yang signifikan yang memungkinkan masyarakat untuk mengalokasikan lebih banyak dana ke perawatan kulit.
Kota Parepare
Kota Parepare menempati peringkat ke-4 untuk pengeluaran perawatan kulit tahun2024 dengan nilai62.705 Rupiah per kapita sebulan, mengalami penurunan sedikit29,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran non-makanan di kota ini tumbuh28,5 persen menjadi914.616 Rupiah, sedangkan pengeluaran makanan hanya tumbuh5,2 persen menjadi621.292 Rupiah. Total pengeluaran makanan dan non-makanan turun sedikit11,2 persen menjadi1.535.908 Rupiah, menunjukkan bahwa penurunan pengeluaran perawatan kulit mungkin disebabkan oleh pergeseran prioritas ke kategori non-makanan lain seperti pendidikan atau perumahan.
Kabupaten Enrekang
Kabupaten Enrekang menempati peringkat ke-3 untuk pengeluaran perawatan kulit tahun2024 dengan nilai72.879 Rupiah per kapita sebulan, mengalami kenaikan signifikan100,6 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran non-makanan di wilayah ini tumbuh53,3 persen menjadi658.827 Rupiah, dan pengeluaran makanan tumbuh49,7 persen menjadi737.416 Rupiah. Total pengeluaran makanan dan non-makanan tumbuh9,9 persen menjadi1.396.244 Rupiah, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat memungkinkan masyarakat untuk meningkatkan pengeluaran pada berbagai kategori, termasuk perawatan kulit.