Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2025 mencapai 118652 rupiah per orang per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 9,3 persen dibandingkan tahun 2024. Pada tahun 2024 sebelumnya, pengeluaran sabun mandi di wilayah ini tercatat sebesar 108534 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Statistik Nilai Ekspor Menurut Kelompok Barang Kayu Barang dari Kayu dan Barang Anyaman Periode 2019-2025)
Nilai pengeluaran sabun mandi ini setara dengan 28,2 persen dari total pengeluaran perawatan warga, 4,1 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa setiap bulannya. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran sabun mandi mencapai 52,2 persen dari nilai pengeluaran makanan jadi per kapita setiap bulan. Sedangkan jika dibandingkan pengeluaran rokok dan tembakau, nilai pengeluaran sabun mandi hanya mencapai 75,2 persen dari total pengeluaran rokok warga setiap bulan.
Sepanjang periode 2018 sampai 2025, pengeluaran sabun mandi di Kabupaten Teluk Bintuni mengalami kenaikan dan penurunan secara bergantian. Pada tahun 2018 sampai 2020 nilai pengeluaran sedikit turun secara berturut-turut. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan peningkatan 36,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selama tiga tahun terakhir tercatat terjadi dua kali penurunan dan satu kali kenaikan, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 2,9 persen setiap tahun.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah, Kabupaten Teluk Bintuni menempati peringkat kedua se-Provinsi Papua Barat untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2025. Peringkat pertama diduduki oleh Kabupaten Manokwari dengan pengeluaran 136742 rupiah per kapita per bulan. Di urutan ketiga berada Kabupaten Teluk Wondama dengan nilai 107544 rupiah, disusul Kabupaten Manokwari Selatan di urutan keempat. Secara nasional, wilayah ini berada di peringkat 21 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk indikator yang sama.
Kabupaten Teluk Bintuni
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2025 mencapai 2557148 rupiah. Nilai ini menjadikan wilayah ini menempati peringkat pertama se-Provinsi Papua Barat untuk total pengeluaran per kapita. Untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini juga menempati urutan pertama dengan nilai 1227260 rupiah per kapita per bulan, serta urutan pertama untuk kategori pengeluaran bukan makanan dengan nilai 1329888 rupiah per kapita. Pertumbuhan total pengeluaran masyarakat wilayah ini mencapai 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: POLA Pimpin Saham Top Gainer BEI Jelang Tutup Sesi I 09 September 2026 (Pukul 11:25 WIB))
Kabupaten Manokwari
Kabupaten Manokwari mencatat total pengeluaran per kapita sebesar 2202041 rupiah pada tahun 2025, menempati peringkat ketiga se-provinsi. Untuk kategori pengeluaran sabun mandi, wilayah ini justru menempati peringkat pertama dengan pertumbuhan 37,7 persen pada tahun 2025, menjadi pertumbuhan tertinggi diantara seluruh kabupaten di Provinsi Papua Barat. Pengeluaran makanan wilayah ini tercatat 1115934 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran bukan makanan justru mengalami penurunan sebesar 2,2 persen.
Kabupaten Teluk Wondama
Kabupaten Teluk Wondama mencatat total pengeluaran per kapita tahun 2025 sebesar 2105038 rupiah, berada di peringkat keempat se-Provinsi Papua Barat. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 19,7 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi untuk kategori ini di seluruh wilayah provinsi. Pengeluaran sabun mandi di wilayah ini tumbuh sebesar 49,1 persen pada tahun 2025, menjadi pertumbuhan tertinggi untuk indikator sabun mandi diantara seluruh kabupaten. Pengeluaran makanan wilayah ini tercatat 1088624 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 14,7 persen.
Kabupaten Manokwari Selatan
Kabupaten Manokwari Selatan menempati peringkat kedua se-provinsi untuk total pengeluaran per kapita dengan nilai 2249879 rupiah pada tahun 2025. Meskipun menempati peringkat tinggi untuk total pengeluaran, untuk kategori pengeluaran sabun mandi wilayah ini justru berada di peringkat keempat. Pengeluaran sabun mandi di wilayah ini mengalami penurunan sebesar 14,7 persen pada tahun 2025, menjadi satu-satunya wilayah yang mencatat penurunan lebih dari 10 persen untuk indikator ini. Pengeluaran makanan wilayah ini hampir stagnan dengan pertumbuhan hanya 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.