Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2024 mencapai 58551 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 8,8 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 4745 rupiah per orang setiap bulannya. Pada tahun 2024 ini, nilai pengeluaran perawatan kulit tersebut menjadi pengeluaran tertinggi yang tercatat sepanjang periode data tahun 2018 sampai dengan tahun 2024 di wilayah ini.
(Baca: Statistik Panjang Jalan Nasional Periode 2013-2024)
Dari seluruh pengeluaran masyarakat per kapita sebulan, biaya perawatan kulit menyumbang 29,4 persen dari total pengeluaran kategori kecantikan, 11,3 persen dari pengeluaran aneka barang jasa. Angka ini juga setara dengan 36,9 persen dari pengeluaran masyarakat untuk sabun mandi setiap bulannya, dan 45,6 persen dari pengeluaran bulanan untuk rokok dan tembakau di wilayah ini.
Sepanjang tujuh tahun periode data, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Parigi Moutong hanya pernah mengalami penurunan satu kali yaitu pada tahun 2020 sebesar 2,4 persen. Setelah tahun tersebut, pengeluaran secara konsisten naik setiap tahun, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 31,5 persen. Rata-rata pertumbuhan tahunan selama lima tahun terakhir berada pada angka 14,2 persen, sedangkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir tercatat sebesar 8,2 persen.
Pada tingkat provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong menempati urutan ke 7 dari 13 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Urutan ini tidak berubah dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya. Enam wilayah yang berada di atas urutan ini secara berturut-turut adalah Kabupaten Morowali, Kabupaten Morowali Utara, Kota Palu, Kabupaten Banggai, Kabupaten Buol dan Kabupaten Poso.
Dari wilayah yang menduduki peringkat teratas, Kabupaten Morowali mencatat pengeluaran perawatan kulit 2024 sebesar 139819 rupiah namun mengalami penurunan 12,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Kabupaten Morowali Utara justru mencatat kenaikan tertinggi sebesar 63,3 persen dengan nilai pengeluaran 111935 rupiah, disusul Kota Palu sebesar 75857 rupiah yang mengalami sedikit penurunan. Sementara Kabupaten Banggai mencatat kenaikan 38,9 persen dengan nilai 65767 rupiah.
Kabupaten Parigi Moutong
(Baca: Tenaga Kependidikan SMP Sm Jawa Barat Tertinggi pada 2024)
Badan Pusat Statistik menunjukkan total pengeluaran per kapita per bulan gabungan makanan dan bukan makanan di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2024 tercatat sebesar 1101969 rupiah, menempati urutan ke 6 dari seluruh wilayah di Sulawesi Tengah. Pengeluaran bukan makanan mencapai 480893 rupiah dengan pertumbuhan 9,4 persen, sedangkan pengeluaran makanan mencapai 621076 rupiah dengan pertumbuhan 14,1 persen. Peringkat untuk kategori pengeluaran bukan makanan wilayah ini sama dengan peringkat pengeluaran perawatan kulit yaitu urutan ke 7 di tingkat provinsi.
Kabupaten Morowali
Sebagai wilayah dengan peringkat pertama hampir seluruh kategori pengeluaran di Sulawesi Tengah, Kabupaten Morowali mencatat total pengeluaran per kapita 2008616 rupiah per bulan pada tahun 2024. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini tumbuh sangat tinggi sebesar 50,2 persen menjadi 1028923 rupiah, sementara pengeluaran makanan tumbuh 27,6 persen menjadi 979693 rupiah. Meskipun mengalami penurunan pada pengeluaran perawatan kulit, seluruh kategori pengeluaran dasar lainnya di wilayah ini masih tumbuh positif dan jauh di atas rata-rata kabupaten lain.
Kota Palu
Kota Palu sebagai ibukota provinsi menempati urutan kedua untuk total pengeluaran masyarakat dengan nilai 1668616 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini mencatat sedikit penurunan pada total pengeluaran gabungan sebesar 0,5 persen, namun pengeluaran makanan masih tumbuh 15,4 persen menjadi 707941 rupiah. Sementara untuk pengeluaran bukan makanan tumbuh sebesar 15 persen. Peringkat Kota Palu tidak berubah dari tahun sebelumnya untuk seluruh kategori pengeluaran yang tercatat.
Kabupaten Morowali Utara
Kabupaten Morowali Utara mencatat pertumbuhan paling konsisten untuk hampir seluruh kategori pengeluaran pada tahun 2024. Wilayah ini menempati urutan ketiga di tingkat provinsi dengan total pengeluaran per kapita 1570999 rupiah per bulan. Pengeluaran makanan tumbuh 32,6 persen menjadi 872138 rupiah, menjadi pertumbuhan tertinggi untuk kategori makanan di seluruh Sulawesi Tengah. Sementara pengeluaran bukan makanan tumbuh 8,3 persen. Posisi peringkat wilayah ini juga tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya.