- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Nauru pada tahun 2024 mencapai 1,73 unit, menunjukkan peningkatan sebesar 4,28% dibandingkan tahun 2023. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023: 1,75 unit), nilai ini sedikit lebih rendah, sedangkan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023: 1,74 unit) hampir sama. Tiga tahun terakhir menunjukkan pola penurunan tajam pada 2022 (kontraksi sebesar 19,12%, artinya PDB PPP Nauru menyusut drastis dari 1,99 unit di 2021 menjadi 1,61 unit di 2022) diikuti oleh pemulihan lambat pada 2023 dan 2024.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Nauru terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Cirebon | 2024)
Sepanjang 10 tahun terakhir (2015-2024), nilai PDB PPP Nauru menunjukkan fluktuasi yang signifikan: periode pertumbuhan stabil dari 2015 (1,12 unit) ke 2018 (1,83 unit) diikuti oleh penurunan pada 2019, kenaikan kembali ke puncak tertinggi di 2021 (1,99 unit), lalu kontraksi tajam di 2022, dan pemulihan lambat pada dua tahun berikutnya. Anomali terjadi pada 2022, di mana kontraksi sebesar 19,12% adalah penurunan terbesar dalam dekade, jauh melebihi penurunan terbesar sebelumnya pada 2019 sebesar 6,29%.
Dalam peringkat regional Oseania, PDB PPP Nauru pada tahun 2024 tetap berada di peringkat ke-5, sama dengan tahun 2023. Peringkat ini menurun dari peringkat tertinggi di dekade ini pada tahun 2021 (peringkat ke-4) akibat kontraksi tajam pada 2022, dan tidak mengalami perubahan dalam dua tahun terakhir.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Guinea-Bissau 2015 - 2024)
IMF memproyeksikan PDB PPP Nauru akan terus tumbuh secara lambat pada periode 2025-2030. Nilai proyeksi pada 2025 adalah 1,769 unit, sedikit lebih tinggi dari nilai 2024 (1,73 unit), menunjukkan perbaikan yang minimal. Namun, laju pertumbuhan akan menurun dari 4,28% di 2024 menjadi 2,31% di 2025, dan terus menurun hingga 0,54% di 2030, yang menunjukkan langkah pemulihan ekonomi akan semakin lambat.
Dibandingkan negara lain di Oseania, pertumbuhan PDB PPP Nauru pada tahun 2024 (4,28%) jauh lebih baik daripada Tuvalu yang mengalami pertumbuhan negatif (-1,05%) pada tahun yang sama. Dalam peringkat regional tahun 2024, Nauru berada di posisi lebih tinggi daripada negara seperti Kiribati (peringkat 12), Kepulauan Marshall (11), dan Fiji (14), tetapi masih di bawah Papua Nugini (peringkat 3) dan Samoa (peringkat 4).