- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Nauru tahun 2024 sebesar 1,73 unit. Angka ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 4,28 persen, mengakhiri periode pemulihan lambat setelah kontraksi tajam pada tahun 2022. Kontraksi tahun 2022 tersebut adalah penurunan nilai ekonomi sebesar 19,12 persen, penurunan terbesar yang tercatat dalam periode 10 tahun terakhir untuk negara kepulauan ini.
Dilihat selama tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan PDB PPP Nauru tercatat 3,79 persen per tahun. Nilai ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir yang hanya sebesar 0,76 persen per tahun. Perbaikan ini terjadi setelah guncangan ekonomi yang menyebabkan kontraksi dalam pada tahun 2022, dimana aktivitas ekspor fosfat dan layanan keuangan luar negeri mengalami penurunan drastis.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Nauru terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Selama 10 tahun periode data yang tersedia, pertumbuhan tertinggi Nauru tercatat pada tahun 2016 dengan kenaikan 25,13 persen, sementara titik terendah terjadi pada tahun 2022. Fluktuasi yang terjadi pada periode ini ditandai dengan lonjakan pertumbuhan 12-16 persen pada tahun operasional normal, diikuti penurunan mendadak setiap kali terjadi gangguan pada rantai pasok fosfat.
Pada peringkat regional kawasan Oseania, posisi Nauru tahun 2024 tetap berada di peringkat 5, sama seperti catatan tahun 2023 sebelumnya. Posisi ini menempatkan Nauru berada di atas Tonga, Tuvalu dan Selandia Baru, namun masih berada di bawah Papua Nugini, Samoa dan Vanuatu yang mencatatkan nilai PDB PPP lebih besar untuk periode yang sama.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Banggai Kepulauan 2025: Lonjakan Jadi Rp1,11 Juta per Bulan)
Perbandingan pertumbuhan tahun 2024 menunjukkan Nauru mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan sebagian besar negara tetangga di Oseania. Hanya Papua Nugini dan Fiji yang mencatatkan pertumbuhan PDB PPP melebihi angka Nauru pada tahun ini, sementara negara lain seperti Australia, Selandia Baru dan Kiribati mencatatkan pertumbuhan dibawah 1,5 persen.
Berdasarkan proyeksi IMF, PDB PPP Nauru akan terus mengalami pertumbuhan hingga tahun 2030, namun dengan laju yang terus melambat setiap tahunnya. Setelah pertumbuhan 4,28 persen pada 2024, proyeksi pertumbuhan akan turun menjadi 2,31 persen pada 2025, dan terus menurun hingga hanya 0,54 persen pada tahun 2030. Perlambatan ini diproyeksikan terjadi seiring menipisnya cadangan fosfat yang menjadi sumber pendapatan utama negara.
Kondisi ini menunjukkan pemulihan ekonomi Nauru saat ini masih bersifat sementara tanpa terobosan sektor baru. Meskipun tidak akan terjadi kontraksi dalam 6 tahun ke depan, penurunan laju pertumbuhan secara konsisten menunjukkan ekonomi negara kepulauan ini akan memasuki periode stagnan dalam dekade mendatang jika tidak segera dilakukan diversifikasi pendapatan negara.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.942 | +0.24 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |