Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Wajo untuk rokok dan tembakau pada tahun 2024 mencapai 129303 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 7889 rupiah per orang setiap bulan. Sepanjang periode 2018 sampai 2024, pengeluaran untuk kategori ini tercatat pernah mencapai titik terendah pada tahun 2018 sebesar 95980 rupiah, dan mencatat pengeluaran tertinggi pada tahun 2024 ini.
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Jasa Perantara Keuangan Periode 2013-2025)
Pada tahun 2024, pengeluaran rokok dan tembakau masyarakat Kabupaten Wajo setara dengan 79 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk makanan jadi, serta 2,8 kali lipat pengeluaran untuk perawatan pribadi. Nilai ini juga lebih besar dibandingkan pengeluaran bulanan untuk sabun mandi, kecantikan, maupun perawatan kesehatan perorangan. Sebagai perbandingan, total pengeluaran aneka barang dan jasa per kapita masyarakat setempat hanya mencapai 163595 rupiah setiap bulannya.
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Wajo mengalami kenaikan tertinggi pada tahun 2019 sebesar 21,3 persen. Satu tahun kemudian pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 14,9 persen, sebelum kembali naik secara bertahap hingga tahun 2024. Rata-rata pertumbuhan tahunan selama lima tahun terakhir mencapai 5,5 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir yang hanya mencapai 4,3 persen.
Dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Wajo menempati urutan ke 8 untuk besaran pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Tujuh wilayah yang mencatat pengeluaran lebih tinggi berturut-turut adalah Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Gowa, Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Enrekang. Secara nasional, Kabupaten Wajo berada di urutan 270 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran ini.
Perkembangan Pengeluaran Makanan Masyarakat
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran per kapita bulanan untuk kategori makanan di Kabupaten Wajo pada tahun 2024 mencapai 643702 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan Kabupaten Wajo pada urutan ke 15 dari 24 kabupaten kota di Sulawesi Selatan untuk kategori ini. Sebagai perbandingan, Kota Makassar yang menempati urutan pertama mencatat pengeluaran makanan lebih dari 1,3 kali lipat dibandingkan nilai pengeluaran di Kabupaten Wajo.
(Baca: Provinsi Sulawesi Tengah Ekspor US$329,05 Juta Bijih Logam dan Sisa Sisa Logam)
Pengeluaran Bukan Makanan Masyarakat
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Wajo mencatat nilai 736371 rupiah per kapita setiap bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan ke 8 di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini termasuk salah satu yang terendah, dimana sebelas kabupaten kota lain di provinsi yang sama mencatat kenaikan nilai untuk kategori yang sama pada tahun yang sama.
Total Pengeluaran Masyarakat Keseluruhan
Total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan per kapita masyarakat Kabupaten Wajo mencapai 1380073 rupiah setiap bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 6 persen dibandingkan tahun 2023, dan menempati urutan ke 10 dari seluruh kabupaten kota di Sulawesi Selatan. Hampir 10 persen dari total pengeluaran masyarakat di wilayah ini dialokasikan hanya untuk pembelian rokok dan tembakau setiap bulannya.
Pada tahun 2024, tiga wilayah dengan pertumbuhan pengeluaran rokok tertinggi di Sulawesi Selatan adalah Kota Palopo dengan kenaikan 19,2 persen, Kabupaten Gowa 18,6 persen dan Kota Makassar 15,2 persen. Sementara itu Kabupaten Pinrang mencatat penurunan terbesar sebesar 19 persen untuk kategori pengeluaran yang sama. Posisi peringkat Kabupaten Wajo untuk kategori ini tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.