Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk kebutuhan kecantikan di Kabupaten Barito Utara pada tahun 2024 mencapai 33368 rupiah per orang setiap bulan. Nilai ini naik sebanyak 7,6 persen dibandingkan catatan tahun 2023 yang tercatat sebesar 31016 rupiah. Sepanjang tujuh tahun pengamatan sejak 2018, angka pengeluaran kecantikan wilayah ini mencatat pengeluaran tertinggi pada tahun 2024.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Banjarnegara 5,39 Persen)
Dari catatan historis sejak 2018, pengeluaran kecantikan di wilayah ini sempat naik 48 persen pada 2019, lalu turun sebanyak 8,6 persen pada 2020, turun kembali 13,1 persen pada 2021, naik sedikit 6 persen pada 2022, lalu naik signifikan 46,7 persen pada 2023 sebelum akhirnya naik 7,6 persen pada tahun 2024. Satu anomali tercatat pada tahun 2023 dimana terjadi kenaikan terbesar sepanjang periode data, setelah sebelumnya tiga tahun berturut-turut angka ini berada di bawah angka tahun 2019.
Nilai pengeluaran kecantikan ini setara dengan 14 persen dari pengeluaran perawatan bulanan masyarakat, 16,7 persen dari pengeluaran makanan jadi, dan sekitar 3,5 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa per kapita setiap bulan. Secara perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Barito Utara berada di peringkat 11 dari 14 wilayah untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.
Lima kabupaten dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di Kalimantan Tengah tahun 2024 secara berurutan adalah Kabupaten Kota Waringin Barat dengan 68861 rupiah, Kota Palangkaraya 61990 rupiah, Kabupaten Seruyan 52281 rupiah, Kabupaten Sukamara 46213 rupiah dan Kabupaten Lamandau 46001 rupiah. Dari wilayah teratas ini, hanya dua wilayah yang mencatatkan pertumbuhan positif, sisanya tiga wilayah teratas justru mencatatkan penurunan pengeluaran kecantikan dibandingkan tahun 2023.
Kabupaten Lamandau
Badan Pusat Statistik mencatat Kabupaten Lamandau menempati peringkat pertama total pengeluaran makanan per kapita bulanan di Kalimantan Tengah tahun 2024 dengan nilai 1117518 rupiah, meskipun nilai ini turun sebanyak 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran keseluruhan makanan dan bukan makanan, wilayah ini juga tetap berada di peringkat pertama provinsi walaupun mencatat penurunan 13,3 persen. Sementara untuk pengeluaran bukan makanan, wilayah ini turun peringkat dari posisi pertama menjadi peringkat kedua setelah mengalami penurunan sebesar 20,1 persen pada tahun 2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Tengah 2025)
Kota Palangkaraya
Kota Palangkaraya sebagai ibu kota provinsi mencatat pengeluaran bukan makanan per kapita tertinggi se-Kalimantan Tengah pada tahun 2024 dengan nilai 1221277 rupiah, naik 5,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran keseluruhan, wilayah ini naik satu peringkat menjadi posisi kedua provinsi setelah mencatatkan pertumbuhan 2,3 persen. Sementara untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini berada di peringkat ketujuh provinsi dengan nilai 897031 rupiah dan mengalami penurunan sedikit 1,5 persen dibandingkan tahun 2023.
Kabupaten Kota Waringin Barat
Kabupaten Kota Waringin Barat menempati peringkat ketiga untuk total pengeluaran keseluruhan per kapita di Kalimantan Tengah tahun 2024 dengan nilai 1978995 rupiah, hampir tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan hanya 0,3 persen. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 17,1 persen menjadi 1004260 rupiah per bulan, sementara pengeluaran bukan makanan justru turun 12,7 persen dibandingkan tahun 2023. Wilayah ini juga menjadi pemilik pengeluaran kecantikan tertinggi se-provinsi pada tahun 2024.
Kabupaten Sukamara
Kabupaten Sukamara menempati peringkat keempat total pengeluaran keseluruhan per kapita tahun 2024 dengan nilai 1977490 rupiah, naik 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 7,8 persen menjadi 1056722 rupiah yang menempatkannya di peringkat kedua provinsi untuk kategori tersebut. Sementara pengeluaran bukan makanan wilayah ini tumbuh sedikit 1,4 persen, dan tetap bertahan di peringkat keempat provinsi untuk kategori tersebut.