Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2024 sebesar Rp210.664 per kapita per bulan. Angka ini mengalami penurunan turun 9.2% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan adanya perubahan pola konsumsi atau faktor ekonomi lain yang mempengaruhi daya beli masyarakat.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran masyarakat Kabupaten Tasikmalaya yang mencapai Rp1.095.630 per kapita per bulan, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa ini menyumbang sekitar 19.2%. Sementara, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk bukan makanan saja yang sebesar Rp467.608, maka aneka barang dan jasa mencapai 45%. Ini menunjukkan bahwa alokasi dana untuk kebutuhan selain makanan cukup signifikan, namun mengalami koreksi pada tahun terakhir.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Empat Lawang | 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan fluktuasi. Dari tahun 2018 hingga 2023, terjadi peningkatan yang cukup konsisten, dengan pertumbuhan tertinggi tercatat pada tahun 2021 sebesar 32.2%. Namun, tahun 2024 menjadi titik balik dengan adanya penurunan. Kondisi ini berbeda dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yang menunjukkan tren kenaikan signifikan.
Total pengeluaran masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya mengalami pertumbuhan, namun tidak secepat periode sebelumnya. Hal ini tercermin dari data historis yang menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan pengeluaran secara keseluruhan, laju pertumbuhannya melambat. Ini mengindikasikan bahwa meskipun ekonomi bergerak, dampaknya terhadap pengeluaran untuk aneka barang dan jasa belum sepenuhnya optimal.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya menempati urutan ke-23 dalam hal pengeluaran untuk aneka barang dan jasa pada tahun 2024. Peringkat ini menunjukkan bahwa tingkat konsumsi masyarakat untuk kategori ini masih berada di bawah rata-rata dibandingkan dengan wilayah lain di provinsi tersebut. Kabupaten Tasikmalaya berada di bawah Kabupaten Bandung, dan di atas Kabupaten Cianjur.
BPS juga mencatat data rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Kota Bekasi mencatatkan pengeluaran tertinggi untuk kategori ini, disusul Kota Depok dan Kota Bogor. Sementara, Kabupaten Tasikmalaya berada di peringkat yang lebih rendah dibandingkan dengan kota-kota tersebut. Ini mengindikasikan adanya perbedaan karakteristik ekonomi dan pola konsumsi antar wilayah.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Rokan Hilir | 2024)
Berdasarkan data yang ada, kenaikan tertinggi pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Tasikmalaya terjadi pada tahun 2021. Namun, penurunan pada tahun 2024 menjadi anomali jika dibandingkan dengan tren positif yang terjadi sebelumnya. Untuk memahami penyebab penurunan ini, perlu dilakukan analisis lebih mendalam terhadap faktor-faktor ekonomi dan sosial yang mempengaruhi daya beli masyarakat.
Sebagai perbandingan, beberapa kabupaten/kota lain di Jawa Barat mencatatkan nilai pengeluaran yang berbeda. Kota Bekasi, dengan nilai pengeluaran untuk aneka barang dan jasa tahun 2024 sebesar Rp808.107 dan pertumbuhan -3.7%, menduduki peringkat pertama. Kota Bogor, dengan nilai Rp734.573 dan pertumbuhan -21.7%, berada di urutan kedua. Sementara, Kabupaten Cirebon mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 87.4%, dengan nilai pengeluaran Rp460.232. Peringkat Kabupaten Tasikmalaya relatif stabil di urutan ke-23 se-Provinsi Jawa Barat.
Kota Bekasi
Di Kota Bekasi, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp1.908.316 pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 22.4% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini adalah nilai tertinggi di Jawa Barat, menempatkan Kota Bekasi pada peringkat pertama. Pengeluaran total (makanan dan bukan makanan) mencapai Rp3.132.705, juga menduduki peringkat pertama.
Kota Depok
Kota Depok mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.674.594 pada tahun 2024, tumbuh 12.8% dibandingkan tahun sebelumnya, menempatkannya di peringkat kedua di Jawa Barat. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp2.823.253, menempati urutan kedua.
Kota Bogor
Kota Bogor menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.561.420 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 50.1% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan peningkatan konsumsi bukan makanan yang pesat di kota ini, dengan pengeluaran makanan dan non makanan mencapai Rp2.470.586, dan menempati ranking 3.
Kota Bandung
Di Kota Bandung, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp1.382.176 pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 12.2%. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan adalah Rp2.378.240. Kondisi ini menempatkan Kota Bandung pada posisi keempat dalam daftar ini.