Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Bandung pada tahun 2024 mencapai 383870 Rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 375027 Rupiah. Selisih peningkatan pengeluaran pada periode tersebut mencapai 8843,8 Rupiah per orang setiap bulannya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bengkulu 2025)
Sepanjang catatan tujuh tahun terakhir sejak 2018, pengeluaran untuk kategori ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 angka turun 5,3 persen, kemudian naik 10,4 persen pada 2020, sedikit turun 1,4 persen pada 2021, turun 12,1 persen pada 2022, lalu naik 23,9 persen pada tahun 2023 sebelum akhirnya naik sedikit pada 2024. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2022.
Pengeluaran makanan dan minuman jadi ini menyumbang 73 persen dari rata-rata total pengeluaran aneka barang jasa masyarakat Kota Bandung. Nilai ini juga lebih besar dibandingkan pengeluaran per kapita untuk kategori kecantikan, perawatan pribadi, sabun mandi maupun konsumsi rokok dan tembakau setiap bulannya. Secara rata-rata lima tahun terakhir, angka pengeluaran kategori ini menunjukkan kecenderungan kenaikan sebesar 3,1 persen setiap tahun.
Secara peringkat, Kota Bandung menempati urutan ke 4 dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Urutan di atas Kota Bandung secara berurutan diisi oleh Kota Bekasi, Kota Depok dan Kabupaten Bekasi. Secara nasional, Kota Bandung menempati peringkat ke 17 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, serta peringkat ke 12 di seluruh wilayah Pulau Jawa.
Perbandingan dengan Wilayah Lain di Jawa Barat
Kota Bekasi mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi di Jawa Barat pada tahun 2024 sebesar 478517 Rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan sebesar 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Urutan kedua diisi Kota Depok dengan angka 420276 Rupiah dan pertumbuhan 6,2 persen, sedangkan Kabupaten Bekasi berada di urutan ketiga dengan angka 398530 Rupiah dan pertumbuhan 30,2 persen. Kota Cimahi yang berada di urutan kelima mencatat sedikit penurunan sebesar 1,1 persen menjadi 348576 Rupiah. Seluruh urutan peringkat lima teratas pada tahun ini tidak mengalami perubahan posisi dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Update 2025: Jumlah Kota di DKI Jakarta 5 Jumlah)
Pengeluaran Total Masyarakat
Untuk total pengeluaran per kapita makanan dan bukan makanan secara keseluruhan, Kota Bandung menempati urutan ke 4 di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2024. Total pengeluaran masyarakat Kota Bandung mencapai 2371364 Rupiah per orang setiap bulannya, dengan pertumbuhan sebesar 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini berada di bawah Kota Bekasi yang mencapai 3345253 Rupiah, Kota Depok 3021242 Rupiah dan Kota Bogor 2572606 Rupiah. Pertumbuhan total pengeluaran Kota Bandung termasuk yang terendah di lima wilayah teratas provinsi.
Pengeluaran Kategori Makanan
Secara khusus untuk kategori pengeluaran makanan secara keseluruhan, Kota Bandung tercatat mengeluarkan 995488 Rupiah per kapita setiap bulannya pada tahun 2024. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 1,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan Kota Bandung di urutan ke empat seluruh wilayah di Jawa Barat. Hanya Kota Bekasi, Kota Depok dan Kabupaten Bekasi yang memiliki nilai pengeluaran makanan per kapita lebih tinggi dibandingkan Kota Bandung. Pertumbuhan pengeluaran makanan di Kota Bandung berada di bawah rata-rata pertumbuhan provinsi yang tercatat sebesar 5,2 persen pada tahun yang sama.
Catatan historis menunjukkan bahwa sejak tahun 2018, tidak pernah terjadi pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi yang konsisten selama dua tahun berturut-turut di Kota Bandung. Setiap periode kenaikan selalu diikuti dengan penurunan pada tahun berikutnya, kecuali pada periode 2023 dan 2024 yang untuk pertama kalinya terjadi kenaikan selama dua tahun berurutan. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.