Pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Sidenreng Rappang menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran mencapai Rp 38.261 per kapita per bulan, mengalami pertumbuhan sebesar 23.1% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran atau prioritas masyarakat terhadap produk dan jasa kecantikan di wilayah ini.
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa sebesar Rp 208.778, pengeluaran untuk kecantikan mencakup sekitar 18.3% dari total pengeluaran tersebut. Sementara itu, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan jadi sebesar Rp 231.035, porsi pengeluaran kecantikan adalah sekitar 16.6%. Angka ini menunjukkan bahwa pengeluaran untuk kecantikan merupakan bagian yang cukup signifikan dari alokasi anggaran rumah tangga.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kota Jambi 7,38%)
Secara historis, pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Sidenreng Rappang mengalami fluktuasi. Data BPS menunjukkan pengeluaran sempat mengalami penurunan turun 12.8% pada tahun 2019, namun kemudian kembali naik dan mencapai titik tertinggi di tahun 2021 dengan pertumbuhan 43.9%. Meskipun sempat mengalami penurunan -22.5% di tahun 2022, pengeluaran kembali menunjukkan tren peningkatan yang positif hingga tahun 2024. Kenaikan ini bisa jadi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan gaya hidup, peningkatan pendapatan, atau pengaruh media sosial dan tren kecantikan.
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan, Kabupaten Sidenreng Rappang berada di peringkat 11 dalam hal pengeluaran untuk kecantikan pada tahun 2024. Kota Parepare mencatatkan pengeluaran tertinggi dengan Rp 77.324, diikuti oleh Kota Palopo dengan Rp 65.640. Pertumbuhan pengeluaran kecantikan di Kabupaten Sidenreng Rappang yang sebesar 23.1% juga cukup kompetitif dibandingkan dengan pertumbuhan di beberapa daerah lain, seperti Kota Makassar (20.6%) dan Kabupaten Gowa (13.7%).
Beberapa kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan juga menunjukkan angka pengeluaran yang menarik. Kota Parepare mencatatkan pengeluaran tertinggi yaitu Rp 77.324 dengan pertumbuhan 15.8%. Kota Palopo berada di urutan kedua dengan pengeluaran Rp 65.640 dan pertumbuhan 26.8%. Sementara itu, Kabupaten Pinrang mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu 54.3% dengan total pengeluaran Rp 49.054. Kabupaten Enrekang juga memiliki pertumbuhan signifikan yaitu 89.7% dengan pengeluaran Rp 40.449, informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Kota Makassar
BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Makassar mencapai Rp 1.012.020 pada tahun 2024, meningkat 8.9% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan juga meningkat 5.7% menjadi Rp 791.682. Dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp 1.803.702, Kota Makassar tetap menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi di Sulawesi Selatan, meskipun mengalami penurunan turun 3.6%. Kota Makassar menempati urutan pertama untuk pengeluaran di Sulawesi Selatan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kab. Bangka Barat 2018 - 2024)
Kota Palopo
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Palopo mencapai Rp 822.375 pada tahun 2024, meningkat 21.3% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan juga mengalami pertumbuhan yang signifikan yaitu 24.2% menjadi Rp 760.855. Total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Palopo mencapai Rp 1.583.231, menempatkannya pada urutan kedua di Sulawesi Selatan. Namun, total pengeluaran ini menunjukkan penurunan -9%. Kota Palopo menempati urutan kedua untuk pengeluaran di Sulawesi Selatan.
Kabupaten Enrekang
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Enrekang melonjak 53.3% menjadi Rp 658.827 pada tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan signifikan dalam pengeluaran untuk makanan, yaitu sebesar 49.7% menjadi Rp 737.416. Total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp 1.396.244, menempatkan Kabupaten Enrekang pada urutan kelima di Sulawesi Selatan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa Kabupaten Enrekang mencatatkan pertumbuhan total 9.9%. Kabupaten Enrekang menempati urutan kelima untuk pengeluaran di Sulawesi Selatan.