Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Tanah Laut tahun 2024 sebesar 164012 rupiah per kapita per bulan, mengalami sedikit kenaikan sebesar 2.2% dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten ini menduduki peringkat kedua di antara kabupaten/kota seprovinsi Kalimantan Selatan, peringkat ke-15 di pulau Kalimantan, dan peringkat ke-83 di seluruh Indonesia untuk kategori pengeluaran ini.
(Baca: Jumlah Perceraian di Jawa Tengah Periode 2019-2024)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Tanah Laut menunjukkan tren umum kenaikan, kecuali tahun 2020 yang mengalami sedikit penurunan sebesar 2.3% dibandingkan tahun 2019. Pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2024, sedangkan pengeluaran terendah ada pada tahun 2018 sebesar 112345 rupiah per kapita per bulan. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau ini menyumbang sebagian besar dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang sebesar 208810 rupiah.
Besar pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Tanah Laut tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan (39338 rupiah), perawatan (36606 rupiah), dan sabun mandi (61822 rupiah), namun lebih rendah dibandingkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi (215838 rupiah). Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), pengeluaran rokok dan tembakau ini menunjukkan kenaikan bertahap, dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 13.4% (2022), 4.5% (2023), dan 2.2% (2024).
Di antara kabupaten/kota seprovinsi Kalimantan Selatan tahun 2024, lima kabupaten/kota dengan pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi adalah Kabupaten Tapin (peringkat pertama, 171412 rupiah per kapita per bulan, pertumbuhan 2.4%), Kabupaten Tanah Laut (peringkat kedua, 164012 rupiah, pertumbuhan 2.2%), Kabupaten Kota Baru (peringkat ketiga, 162632 rupiah, pertumbuhan 6.5%), Kabupaten Tanah Bumbu (peringkat keempat, 160867 rupiah, pertumbuhan 7.5%), dan Kota Banjar Baru (peringkat kelima, 155905 rupiah, pertumbuhan 1.8%). Peringkat Kabupaten Tanah Laut untuk kategori ini tetap sama seperti tahun sebelumnya.
Kota Banjar Baru
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Brazil 2015 - 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan Kota Banjar Baru tahun 2024 sebesar 999000 rupiah, mengalami sedikit penurunan sebesar 3.1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1030796.26 rupiah. Kota ini menduduki peringkat pertama di Kalimantan Selatan untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan secara keseluruhan, Kota Banjar Baru memiliki nilai sebesar 1868538 rupiah tahun 2024, mengalami sedikit penurunan sebesar 8.5% dari tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kota ini tahun 2024 sebesar 869539 rupiah, hampir sama dengan tahun sebelumnya (penurunan 0%) dan menduduki peringkat keempat di provinsi.
Kota Banjarmasin
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan Kota Banjarmasin tahun 2024 sebesar 950619 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 12.3% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 846415.81 rupiah, menduduki peringkat kedua di Kalimantan Selatan. Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan secara keseluruhan, nilai tahun 2024 sebesar 1793372 rupiah dengan kenaikan sebesar 2.1% dari tahun sebelumnya, menduduki peringkat ketiga di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 842753 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 7% dari tahun sebelumnya dan menduduki peringkat kelima di provinsi.
Kabupaten Tanah Bumbu
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2024 sebesar 940270 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 10.2% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 853312.5 rupiah, menduduki peringkat ketiga di Kalimantan Selatan. Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan secara keseluruhan, nilai tahun 2024 sebesar 1829769 rupiah dengan kenaikan sebesar 5.4% dari tahun sebelumnya, menduduki peringkat kedua di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 889498 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 12.9% dari tahun sebelumnya dan menduduki peringkat kedua di provinsi.
Kabupaten Tapin
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan Kabupaten Tapin tahun 2024 sebesar 748100 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 18.6% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 630777.09 rupiah, menduduki peringkat kelima di Kalimantan Selatan. Untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan secara keseluruhan, nilai tahun 2024 sebesar 1660205 rupiah dengan sedikit penurunan sebesar 2.3% dari tahun sebelumnya, menduduki peringkat kelima di provinsi. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tahun 2024 sebesar 912105 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 28% dari tahun sebelumnya dan menduduki peringkat pertama di provinsi.