Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Pidie Jaya pada tahun 2024 mencapai 214646 Rupiah. Nilai ini menunjukkan kenaikan sebesar 4,5 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 205426 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode pengamatan tujuh tahun terakhir sejak 2018, nilai pengeluaran ini menunjukkan pergerakan naik turun dengan rentang nilai antara 205426 Rupiah hingga 280317 Rupiah.
Sepanjang tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran tertinggi untuk kategori ini tercatat pada tahun 2020 dengan nilai 280317 Rupiah per kapita per bulan. Setelah tahun tersebut, nilai pengeluaran langsung turun sebesar 16,5 persen pada tahun 2021, kemudian bergerak sedikit naik pada tahun 2022, turun kembali pada tahun 2023 sebelum akhirnya kembali naik pada tahun 2024. Tidak ditemukan tren kenaikan atau penurunan konsisten selama tujuh tahun periode data tersebut.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Banten 2015 - 2024)
Dari seluruh wilayah di Provinsi Aceh, Kabupaten Pidie Jaya menempati urutan ke 12 untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Urutan ini masih sama dengan posisi ranking pada tahun sebelumnya. Lima wilayah dengan pengeluaran tertinggi kategori yang sama di provinsi ini secara berturut-turut adalah Kota Banda Aceh, Kabupaten Nagan Raya, Kota Sabang, Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Jaya.
Kota Banda Aceh tercatat memiliki pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi se-Aceh pada tahun 2024 dengan nilai 447005 Rupiah per kapita per bulan, atau lebih dari dua kali lipat nilai pengeluaran Kabupaten Pidie Jaya. Wilayah ini juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau dua kali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan yang dicapai Kabupaten Pidie Jaya pada periode yang sama.
Kota Banda Aceh
Kota Banda Aceh secara konsisten menempati urutan pertama di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Aceh untuk hampir seluruh kategori pengeluaran rumah tangga. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat kota ini mencapai 2402683 Rupiah, dengan 1031407 Rupiah dialokasikan untuk kategori makanan dan sisanya untuk kebutuhan bukan makanan. Pertumbuhan total pengeluaran wilayah ini mencapai 4,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya salah satu wilayah dengan pertumbuhan konsumsi paling stabil di provinsi.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau di Kab. Kuningan 2018 - 2024)
Kabupaten Pidie Jaya
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Pidie Jaya menempati urutan ke 20 dari 23 wilayah di Provinsi Aceh pada tahun 2024. Nilai pengeluaran bukan makanan per kapita per bulan wilayah ini tercatat sebesar 397762 Rupiah, atau mengalami penurunan sebesar 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu untuk total pengeluaran keseluruhan, wilayah ini menempati urutan ke 17 se-Provinsi Aceh dengan nilai total 1109708 Rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Aceh Jaya
Kabupaten Aceh Jaya mencatatkan pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi se-Provinsi Aceh pada tahun 2024 dengan kenaikan sebesar 45,7 persen. Pencapaian ini mengantarkan wilayah ini naik satu peringkat menjadi urutan ke 5 untuk kategori tersebut, mengungguli Kabupaten Aceh Barat. Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi wilayah ini pada tahun 2024 tercatat sebesar 289551 Rupiah per kapita per bulan, atau sekitar 35 persen lebih tinggi dibandingkan nilai Kabupaten Pidie Jaya.
Kota Subulussalam
Kota Subulussalam merupakan satu-satunya wilayah di Provinsi Aceh yang mencatatkan penurunan pengeluaran makanan dan minuman jadi lebih dari 15 persen pada tahun 2024. Wilayah ini tercatat mengalami penurunan sebesar 18 persen, menjadikannya wilayah dengan kinerja terburuk untuk kategori tersebut pada tahun berjalan. Secara total pengeluaran keseluruhan, wilayah ini juga turun empat peringkat menjadi urutan ke 16 se-Provinsi Aceh dengan nilai total pengeluaran 1111156 Rupiah per kapita per bulan.