Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kota Cilegon untuk kebutuhan kecantikan pada tahun 2025 mencapai 53990 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 15 persen dibandingkan tahun 2024. Angka ini juga menjadi pengeluaran tertinggi selama periode pencatatan 8 tahun terakhir sejak tahun 2018.
(Baca: Statistik Nilai Transaksi Periode 2015-2025)
Selama periode 2018 hingga 2025, pengeluaran kecantikan di kota ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 nilai turun sebesar 8,6 persen, kemudian sedikit naik pada tahun 2020, lalu naik sebesar 29 persen pada tahun 2021. Setelah itu terjadi penurunan sebesar 21,1 persen pada tahun 2022, kembali naik pada tahun 2023, sedikit turun hampir stagnan pada tahun 2024 sebelum akhirnya naik signifikan pada tahun 2025.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran masyarakat, pengeluaran untuk kecantikan di Kota Cilegon menyumbang sekitar 12,4 persen dari total pengeluaran perawatan, sekitar 4,9 persen dari pengeluaran aneka barang jasa, dan setara dengan 63,1 persen dari pengeluaran untuk sabun mandi per kapita setiap bulannya. Nilai ini juga sekitar 15,2 persen dari pengeluaran masyarakat untuk rokok dan tembakau.
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Cilegon menempati urutan ketiga dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2025. Di atasnya berturut-turut adalah Kota Tangerang dengan pengeluaran 88082 rupiah dan Kota Tangerang Selatan dengan 76270 rupiah per kapita per bulan. Di urutan keempat berada Kota Serang dengan nilai 53156 rupiah.
Untuk posisi nasional, Kota Cilegon berada di peringkat 107 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan berada di peringkat 36 dari seluruh wilayah yang tercatat di Pulau Jawa. Sementara itu untuk tahun 2025, tercatat pertumbuhan pengeluaran kecantikan tertinggi di wilayah Banten terjadi di Kabupaten Pandeglang dengan kenaikan 30,2 persen, diikuti Kota Serang 28 persen dan Kota Tangerang Selatan 27,9 persen.
Kota Tangerang Selatan
(Baca: Statistik Nilai Investasi PMD Sektor Pertambangan Periode 2013-2023)
Kota Tangerang Selatan menempati urutan pertama di Provinsi Banten untuk total pengeluaran bukan makanan per kapita bulanan pada tahun 2025 dengan nilai mencapai 1711369 rupiah. Meskipun mengalami sedikit penurunan sebesar 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, wilayah ini tetap mempertahankan posisi teratas sejak tahun sebelumnya. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 2774545 rupiah per kapita per bulan, nilai ini hampir dua kali lipat dari pengeluaran total masyarakat Kota Serang.
Kota Tangerang
Kota Tangerang menempati urutan kedua di provinsi untuk pengeluaran bukan makanan dengan nilai 1371415 rupiah per kapita per bulan tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 8,8 persen untuk kategori pengeluaran bukan makanan dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap menjadi wilayah dengan pengeluaran makanan tertinggi se-Banten dengan nilai 1141518 rupiah per kapita setiap bulannya. Total pengeluaran masyarakat di wilayah ini mencapai 2512933 rupiah per kapita per bulan.
Kota Serang
Kota Serang berada di urutan ketiga se-Provinsi Banten untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat baik makanan, bukan makanan maupun total pengeluaran. Pada tahun 2025, pengeluaran bukan makanan di wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 7,9 persen menjadi 887936 rupiah per kapita per bulan. Total pengeluaran masyarakat Kota Serang mencapai 1764686 rupiah per kapita per bulan, dengan pengeluaran makanan sebesar 876750 rupiah yang juga menempati urutan ketiga di provinsi.
Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang menempati urutan keempat di Provinsi Banten untuk total pengeluaran masyarakat pada tahun 2025 dengan nilai 1630169 rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini sedikit turun sebesar 2,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pengeluaran makanan sedikit naik sebesar 0,3 persen menjadi 870135 rupiah per kapita setiap bulannya. Posisi ranking wilayah ini tidak berubah dibandingkan pencatatan tahun sebelumnya.