Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kebutuhan kecantikan di Kabupaten Karo Sumatera Utara mencapai 28968 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 10,7 persen dibandingkan tahun 2023. Sepanjang periode pengamatan tujuh tahun terakhir, tercatat pergerakan nilai pengeluaran yang berubah setiap tahun sejak data pertama dikumpulkan pada tahun 2018.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Selatan 2015 - 2024)
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, pengeluaran kecantikan di wilayah ini mencatat pengeluaran tertinggi pada tahun 2024. Satu-satunya penurunan besar terjadi pada tahun 2020, dimana nilai pengeluaran anjlok sebesar 30,8 persen dari tahun sebelumnya. Setelah tahun tersebut, nilai pengeluaran kembali naik secara bertahap hingga mencapai nilai tercatat pada tahun 2024.
Nilai pengeluaran kecantikan per kapita ini setara dengan 49,7 persen dari pengeluaran perawatan bulanan masyarakat, 13,9 persen dari pengeluaran rokok dan tembakau, serta hanya 9,8 persen dari rata-rata pengeluaran makanan jadi per kapita. Secara keseluruhan, pengeluaran kecantikan hanya menyumbang 1,02 persen dari total pengeluaran barang dan jasa bulanan masyarakat Kabupaten Karo.
Berdasarkan peringkat seprovinsi Sumatera Utara, Kabupaten Karo berada di urutan ke 12 dari total 33 kabupaten dan kota yang ada. Urutan ini berada di atas Kabupaten Padang Lawas, Kota Tanjung Balai, serta wilayah kabupaten lain di bagian selatan dan kepulauan Nias. Lima wilayah dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di provinsi ini secara berurutan adalah Kota Tebing Tinggi, Kota Medan, Kota Sibolga, Kota Padang Sidimpuan dan Kabupaten Batu Bara.
Kota Tebing Tinggi mencatat pengeluaran kecantikan tertinggi seprovinsi pada tahun 2024 dengan nilai 61572 rupiah per kapita per bulan, disusul Kota Medan dengan 52554 rupiah. Pertumbuhan pengeluaran kecantikan tertinggi terjadi di Kabupaten Samosir dengan kenaikan 116,9 persen dalam satu tahun. Sementara itu sebagian besar wilayah kepulauan Nias secara konsisten mencatat pengeluaran kecantikan terendah di seluruh provinsi Sumatera Utara.
Kabupaten Karo
Badan Pusat Statistik juga menunjukkan total pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kabupaten Karo mencapai 1563884 rupiah pada tahun 2024, dengan komposisi pengeluaran makanan sebesar 1035928 rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 527956 rupiah. Wilayah ini menempati urutan keempat seprovinsi Sumatera Utara untuk kategori total pengeluaran per kapita, dengan pertumbuhan pengeluaran makanan mencapai 19,5 persen dalam satu tahun. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini juga tercatat sebesar 14,5 persen pada periode yang sama.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Periode 2013-2024)
Kota Medan
Sebagai ibukota provinsi, Kota Medan secara konsisten menempati urutan pertama untuk seluruh kategori pengeluaran per kapita di Sumatera Utara. Total pengeluaran masyarakat kota ini mencapai 1950826 rupiah per kapita per bulan, dengan pengeluaran bukan makanan mencapai 1078461 rupiah. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan hanya tercatat sebesar 2,9 persen pada tahun 2024, sementara pertumbuhan pengeluaran makanan mencapai 8,6 persen. Pengeluaran kecantikan di Kota Medan mencapai hampir dua kali lipat dibandingkan nilai yang tercatat di Kabupaten Karo.
Kabupaten Samosir
Kabupaten Samosir mencatat pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 8,7 persen dan pertumbuhan pengeluaran makanan mencapai 27,7 persen pada tahun 2024. Wilayah ini menempati urutan keenam seprovinsi untuk kategori total pengeluaran per kapita. Pertumbuhan pengeluaran kecantikan di wilayah ini merupakan yang tertinggi se Sumatera Utara, yaitu 116,9 persen dalam kurun waktu satu tahun. Meskipun demikian, nilai pengeluaran kecantikan tahun 2023 di wilayah ini sempat tercatat sebagai salah satu yang terendah di provinsi.
Kabupaten Nias Barat
Kabupaten Nias Barat secara konsisten menempati urutan terbawah untuk hampir seluruh kategori pengeluaran per kapita di Sumatera Utara. Total pengeluaran masyarakat di wilayah ini hanya mencapai 747818 rupiah per kapita per bulan, dengan pengeluaran kecantikan hanya tercatat 11136 rupiah pada tahun 2024. Meskipun demikian, wilayah ini mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 18,7 persen dan pertumbuhan pengeluaran kecantikan sebesar 15,3 persen pada tahun terakhir. Pertumbuhan ini merupakan salah satu yang tertinggi diantara seluruh wilayah kabupaten dan kota di provinsi Sumatera Utara.