Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Batu tahun 2025 mencapai 270987 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebelumnya tercatat sebesar 281210 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 sampai 2025, pengeluaran tertinggi kategori ini terjadi pada tahun 2024.
(Baca: Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTS/Paket B di Bali | 2025)
Sepanjang delapan tahun data yang tercatat, pengeluaran makanan dan minuman jadi Kota Batu mengalami penurunan dalam tiga tahun awal periode. Mulai tahun 2018 sebesar 252685 Rupiah, nilai ini turun menjadi 214387 Rupiah pada 2019, lalu turun sedikit menjadi 210521 Rupiah pada tahun 2020. Setelah tahun 2020, nilai pengeluaran ini naik secara berturut-turut selama empat tahun sampai mencapai nilai tertinggi pada tahun 2024.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang 79,1 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa masyarakat Kota Batu. Nilai ini juga lebih besar dibandingkan pengeluaran perawatan, kecantikan, maupun sabun mandi per kapita setiap bulannya. Masyarakat Kota Batu mengalokasikan anggaran makanan siap saji hampir dua kali lipat dibandingkan anggaran perawatan pribadi setiap bulan.
Berdasarkan ranking se-Provinsi Jawa Timur tahun 2025, Kota Batu menempati urutan ke 10 dari total 38 kabupaten dan kota di wilayah ini. Di atas Kota Batu secara berurutan terdapat Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kota Pasuruan, Kota Madiun, Kota Blitar, Kabupaten Sidoarjo, Kota Kediri, Kota Mojokerto dan Kabupaten Sumenep. Secara nasional, Kota Batu menempati urutan ke 85 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran ini.
Perbandingan dengan Wilayah Lain di Jawa Timur
(Baca: Harga Aluminium Turun Menjadi US$3.212 per Ton per Rabu, 19 Agustus 2026)
Kota Surabaya yang menempati urutan pertama mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 437746 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025, dengan pertumbuhan naik 9,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Gresik di urutan kedua mencatat nilai 365095 Rupiah dengan pertumbuhan naik 12,8 persen. Sementara Kota Pasuruan di urutan ketiga tumbuh 14,3 persen dan mencapai nilai 352198 Rupiah per kapita setiap bulannya. Urutan ranking 10 besar wilayah ini tidak mengalami pergeseran dibandingkan tahun sebelumnya.
Pola Pengeluaran Total Masyarakat
Data BPS juga menunjukkan total pengeluaran per kapita seluruh kategori Kota Batu tahun 2025 mencapai 1392841 Rupiah per bulan. Dari nilai total tersebut, alokasi untuk makanan dan minuman jadi mencapai 19,4 persen dari seluruh pengeluaran rumah tangga. Rata-rata pertumbuhan pengeluaran total masyarakat Kota Batu dalam lima tahun terakhir tercatat sebesar 4,2 persen setiap tahun, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan siap saji yang mencapai 5,1 persen.
Selama tiga tahun terakhir, rata-rata pengeluaran makanan dan minuman jadi Kota Batu tercatat sebesar 269512 Rupiah per kapita per bulan. Nilai tahun 2025 hanya berada sedikit di bawah rata-rata tiga tahun tersebut. Jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir sebesar 254843 Rupiah, nilai tahun 2025 masih tercatat lebih tinggi sebesar 6,3 persen. Anomali terjadi pada tahun 2020 dimana terjadi penurunan pengeluaran terendah dalam periode delapan tahun yang tercatat.