Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Lombok Tengah tahun 2025 sebesar 10,68 persen. Angka ini turun 1,39 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 12,07 persen, dengan total penduduk miskin saat ini berjumlah 109.250 jiwa.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Banjar | 2004 - 2025)
Selama periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 27,98 persen, dan mencatatkan nilai terendah pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan tahun 2025 juga menjadi yang terbesar sepanjang catatan historis, yaitu sebesar 11,52 persen.
Berdasarkan peringkat nasional, Kabupaten Lombok Tengah saat ini berada di urutan 186 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Peringkat ini terus bergeser selama 21 tahun terakhir, dari semula berada di urutan 91 pada tahun 2004.
Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Nusa Tenggara Barat yang memiliki angka kemiskinan berdekatan, persentase kemiskinan Lombok Tengah berada di antara Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Dompu. Penurunan angka kemiskinan Lombok Tengah tercatat lebih besar dibandingkan seluruh lima wilayah pembanding tersebut.
Kota Bima
Berada di peringkat 310 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 7,33 persen dengan penurunan sebesar 9,73 persen tahun lalu. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 520,14 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 34,02 juta rupiah per tahun. Terdapat 14.540 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin di wilayah ini.
Kabupaten Dompu
(Baca: Pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya di Kota Tangerang Turun 2,65%)
Peringkat 168 nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 11,15 persen dan penurunan sebesar 3,80 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan berada di angka 484,33 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 38,11 juta rupiah per tahun, serta 31.270 jiwa penduduk miskin.
Kota Mataram
Pada peringkat 323 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 7,15 persen dengan penurunan sebesar 10,62 persen tahun lalu. Garis kemiskinan mencapai 689,99 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi yang tertinggi diantara seluruh wilayah pembanding. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 58,09 juta rupiah per tahun dengan 39.820 jiwa penduduk miskin.
Kabupaten Sumbawa Barat
Berada di peringkat 174 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 10,98 persen dengan penurunan sebesar 10,22 persen pada periode terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 236,19 juta rupiah per tahun, menjadi yang tertinggi jauh diatas seluruh wilayah lain dalam kelompok pembanding ini.
Kabupaten Sumbawa
Peringkat 153 nasional menjadi posisi wilayah ini, dengan persentase kemiskinan tercatat 11,79 persen dan penurunan sebesar 8,39 persen tahun lalu. Terdapat 58.230 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin, menjadi jumlah penduduk miskin terbesar diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 492,99 ribu rupiah per kapita per bulan.