Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2024. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran mencapai Rp 272.472 per kapita per bulan. Angka ini tumbuh 18.3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini menjadikan Kabupaten Sintang menduduki peringkat ke-3 di antara kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Secara nasional, Sintang berada di peringkat 175. Sementara itu, peringkat Sintang di Pulau Kalimantan adalah 28 informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Produksi Kakao di Maluku Utara | 2024)
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar Rp 1.461.426, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 18.6%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan pengeluaran bukan makanan sebesar Rp 685.825, kontribusi aneka barang dan jasa mencapai 39.7%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengeluaran masyarakat Sintang dialokasikan untuk kebutuhan selain makanan.
Secara historis, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Sintang cenderung fluktuatif. Pada tahun 2019, terjadi penurunan turun 2%, diikuti lonjakan signifikan sebesar 45.9% pada tahun 2020. Setelah itu, terjadi penurunan kembali turun 23.2% pada tahun 2021, sebelum akhirnya kembali naik secara bertahap hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2024.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Kalimantan Barat, Kota Pontianak mencatatkan pengeluaran tertinggi untuk aneka barang dan jasa pada tahun 2024, yaitu Rp 410.811, dengan pertumbuhan 9.3%. Kabupaten Kapuas Hulu berada di urutan kedua dengan Rp 363.248 dan pertumbuhan tertinggi sebesar 39.8%. Kabupaten Landak mencatatkan penurunan turun 2.9% dengan nilai Rp 267.235. Kabupaten Ketapang nilai Rp 266.509 mengalami penurunan -4.5%. Kota Singkawang dengan nilai Rp 266.006 mengalami penurunan -14.2%.
(Baca: 10 Uang Kripto Kapitalisasi Terbesar (Data 13 Januari 2026 09:58 WIB))
#### Kota PontianakKota Pontianak menunjukkan performa yang solid dalam hal pengeluaran per kapita. Pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp 1.192.431 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan sebesar 23.9% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp 894.519, mengalami pertumbuhan 12.1%. Total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp 2.086.950, tumbuh 0.2% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Pontianak tetap mempertahankan posisi teratasnya di Kalimantan Barat.
#### Kota SingkawangKota Singkawang menunjukkan dinamika yang berbeda. Pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp 759.547 pada tahun 2024, sedikit naik 0.3% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp 775.370. Hal ini menghasilkan total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar Rp 1.534.917, mengalami penurunan turun 11.3%. Dengan dinamika ini, Kota Singkawang berada di urutan kedua di Kalimantan Barat.
#### Kabupaten SintangKabupaten Sintang juga mencatatkan perkembangan menarik. Pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp 685.825 pada tahun 2024, tumbuh 16.1% dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp 775.601 tumbuh 13.4%. Total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp 1.461.426, sedikit menurun -3.6%. Meski demikian, Kabupaten Sintang tetap berada di urutan ketiga di Kalimantan Barat.
#### Kabupaten Kayong UtaraKabupaten Kayong Utara menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan, mencapai Rp 675.863 pada tahun 2024, tumbuh 32.8%. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp 738.653 tumbuh 7.7%. Namun, total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mengalami penurunan turun 11.5% menjadi Rp 1.414.516. Kabupaten Kayong Utara berada di urutan keempat di Kalimantan Barat.