Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kota Bandung pada tahun 2024 sebesar 65.579 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sedikit sebesar 7,2 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 70.635 rupiah. Selisih pengeluaran kecantikan dengan tahun sebelumnya adalah minus 5.056 rupiah, dengan nilai pengeluaran dua tahun sebelumnya pada 2022 sebesar 53.930 rupiah. Pengeluaran kecantikan ini menyumbang sekitar 12,5 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan yang mencapai 125.413 rupiah, dan sekitar 12,5 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa sebesar 525.257 rupiah.
(Baca: Harga Emas Terbaru Hari Ini Merosot ke Rp2,85 Juta per Gram)
Melihat data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran kecantikan di Kota Bandung mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran mencapai 55.260 rupiah, lalu menurun sedikit menjadi 49.118 rupiah pada 2019, dan terus menurun sedikit menjadi 47.033 rupiah pada 2020. Tahun 2021, terjadi kenaikan sebesar 10,4 persen menjadi 51.908 rupiah, diikuti kenaikan sedikit 3,9 persen pada 2022 menjadi 53.930 rupiah. Tahun 2023 menjadi titik pengeluaran tertinggi selama tujuh tahun ini dengan nilai 70.635 rupiah, sebelum menurun sedikit pada 2024.
Dalam perbandingan se-provinsi Jawa Barat, Kota Bandung menempati peringkat ke-5 untuk pengeluaran kecantikan pada tahun 2024. Peringkat di atasnya dipegang oleh Kota Bekasi (peringkat 1), Kota Sukabumi (peringkat 2), Kota Cimahi (peringkat 3), dan Kota Depok (peringkat 4). Kota Bekasi mencatat pengeluaran kecantikan tertinggi di provinsi dengan nilai 99.662 rupiah, yang menunjukkan kenaikan sebesar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, Kota Sukabumi mengalami penurunan sedikit sebesar 17,7 persen menjadi 75.365 rupiah, meskipun masih berada di peringkat ke-2.
Dibandingkan rata-rata pengeluaran kecantikan selama tiga tahun terakhir (2022-2024) yang sebesar 63.381 rupiah, nilai tahun 2024 sedikit lebih tinggi sebesar 2.198 rupiah. Namun, jika dibandingkan dengan lima tahun terakhir (2020-2024), rata-rata pengeluaran adalah 57.817 rupiah, yang berarti tahun 2024 menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan rata-rata tersebut. Pengeluaran masyarakat Kota Bandung untuk kecantikan juga masih jauh lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai 383.870 rupiah per kapita sebulan, dan rokok serta tembakau yang mencapai 178.884 rupiah per kapita sebulan.
Kota Bekasi
(Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Bengkulu Turun 1,1%(Data Desember 2025))
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Bekasi pada tahun 2024 sebesar 1.908.316 rupiah, yang menunjukkan kenaikan sebesar 22,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Bekasi menempati peringkat ke-1 se-provinsi Jawa Barat untuk kategori ini. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan di Kota Bekasi mencapai 3.132.705 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 9,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, juga berada di peringkat ke-1 se-provinsi. Pengeluaran untuk makanan sendiri mencapai 1.224.388 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan 21,3 persen dan peringkat ke-1 se-provinsi.
Kota Depok
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Depok pada tahun 2024 sebesar 1.674.594 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 12,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-2 se-provinsi Jawa Barat. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan mencapai 2.823.253 rupiah, dengan pertumbuhan 3,6 persen dan peringkat ke-2 se-provinsi. Pengeluaran untuk makanan sendiri mencapai 1.148.659 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan 9 persen dan peringkat ke-2 se-provinsi.
Kota Cimahi
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Cimahi pada tahun 2024 sebesar 1.241.001 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 14,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menempati peringkat ke-4 se-provinsi Jawa Barat. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan mengalami penurunan sedikit sebesar 7,8 persen menjadi 2.166.375 rupiah, berada di peringkat ke-4 se-provinsi. Pengeluaran untuk makanan sendiri mencapai 925.374 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan 12,3 persen dan peringkat ke-4 se-provinsi.