- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data International Monetary Fund (IMF), PDB Paritas Daya Beli (PPP) Tonga pada tahun 2024 tercatat sebesar 1,69 unit, mengalami kenaikan sebesar 2,42% dibandingkan tahun 2023 yang bernilai 1,65 unit. Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), nilai PDB PPP Tonga menunjukkan pola penurunan pada 2023 setelah nilai 1,71 unit pada 2022, kemudian kembali naik pada 2024. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (sekitar 1,68 unit), nilai 2024 sedikit lebih tinggi, namun masih di bawah rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 1,73 unit, menunjukkan kondisi ekonomi PPP Tonga dalam tiga tahun terakhir lebih lemah dibandingkan tren lima tahun.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Tonga terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kota Batam | 2024)
Selama 10 tahun terakhir (2015-2024), nilai tertinggi PDB PPP Tonga dicapai pada tahun 2019 sebesar 1,85 unit, sedangkan nilai terendah terjadi pada tahun 2015 dan 2023 keduanya sebesar 1,65 unit. Anomali terjadi setelah tahun 2019, di mana nilai PPP yang semula meningkat secara konsisten dari 2015 hingga 2019 mengalami penurunan berturut-turut selama empat tahun hingga 2023, sebelum kembali naik pada 2024. Kondisi ini memutus tren kenaikan yang berlangsung selama lima tahun sebelumnya.
Secara peringkat regional di Oseania, Tonga menempati peringkat ke-6 pada tahun 2024, sama seperti peringkatnya pada tahun 2023. Peringkat ini turun dari peringkat ke-5 pada tahun 2022, menunjukkan tidak ada peningkatan posisi Tonga dibandingkan tahun sebelumnya dalam skala regional.
IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Tonga akan meningkat sedikit menjadi 1,701 unit pada tahun 2025, kemudian mengalami penurunan kecil menjadi 1,7 unit pada tahun 2026, sebelum kembali naik secara konsisten hingga mencapai 1,767 unit pada tahun 2030. Proyeksi ini menunjukkan kondisi ekonomi PPP Tonga akan mengalami pemulihan bertahap dalam enam tahun ke depan, meskipun ada penurunan kecil pada tahun 2026.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Uganda 2015 - 2024)
Dibandingkan negara lain di Oseania, Tonga berada di posisi ke-6, di belakang Vanuatu (peringkat 1), Kepulauan Solomon (2), Papua Nugini (3), Samoa (4), dan Nauru (5). Nilai PPP Tonga tahun 2024 (1,69 unit) lebih tinggi dari Kiribati (1,038 unit) dan Fiji (0,908 unit), namun lebih rendah dari Nauru (1,729 unit) dan Samoa (1,971 unit). Pertumbuhan PPP Tonga tahun 2024 (2,18%) juga lebih tinggi dari Tuvalu (-1,05%) dan Kiribati (-0,38%), namun lebih rendah dari Nauru (4,28%) dan Papua Nugini (4,00%).
Kontraksi ekonomi PPP Tonga terjadi selama tahun 2020 hingga 2023, di mana nilai PPP menurun setiap tahun dibandingkan tahun sebelumnya: dari 1,85 unit (2019) menjadi 1,83 unit (2020), lalu 1,79 unit (2021), 1,71 unit (2022), dan 1,65 unit (2023). Kontraksi ini berarti daya beli implisit mata uang Tonga relatif terhadap mata uang dasar global mengalami penurunan selama empat tahun berturut-turut, sebelum kembali membaik pada tahun 2024.