Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kota Tanggerang tahun 2024 mencapai 126544 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 30,3% dibandingkan tahun 2023, di mana pengeluaran perawatan kulit mencapai 181509 rupiah. Selisih pengeluaran antara tahun 2024 dan 2023 adalah sekitar 54965 rupiah, yang membuat Kota Tanggerang masih berada pada posisi ke-2 dalam peringkat pengeluaran perawatan kulit di antara kabupaten/kota seprovinsi Banten.
(Baca: Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Televisi Kabel Kota dan Desa Periode 2013-2024)
Dari tahun 2018 hingga 2023, pengeluaran perawatan kulit di Kota Tanggerang mengalami perubahan yang signifikan. Tahun 2018, pengeluaran mencapai 86653 rupiah, kemudian menurun sebesar 22,3% menjadi 67355 rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020, pengeluaran naik sebesar 30,6% menjadi 87941 rupiah, lalu sedikit menurun sebesar 0,1% menjadi 87826 rupiah pada tahun 2021. Tahun 2022, pengeluaran naik sebesar 48% menjadi 129943 rupiah, dan terus naik sebesar 39,7% menjadi 181509 rupiah pada tahun 2023 sebelum turun pada tahun 2024.
Perbandingan dengan wilayah lain menunjukkan Kota Tanggerang berada pada posisi ke-9 di pulau Jawa dan posisi ke-22 di seluruh Indonesia untuk pengeluaran perawatan kulit per kapita sebulan. Di provinsi Banten, Kota Tangerang Selatan menduduki posisi pertama dengan pengeluaran 157771 rupiah pada tahun 2024, yang mengalami penurunan sebesar 2,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Cilegon berada pada posisi ketiga dengan pengeluaran 79618 rupiah, yang naik sebesar 8,6% dibandingkan tahun 2023.
Data pendukung dari BPS menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kota Tanggerang adalah 555565 rupiah, sehingga pengeluaran perawatan kulit menyumbang sekitar 22,8% dari total pengeluaran tersebut. Pengeluaran untuk makanan jadi mencapai 462599 rupiah per kapita sebulan, yang jauh lebih tinggi dibandingkan pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai 174031 rupiah, yang lebih tinggi dari pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 namun lebih rendah dari tahun 2023.
Kabupaten/kota lain di provinsi Banten juga memiliki perkembangan pengeluaran perawatan kulit yang beragam. Kabupaten Tanggerang berada pada posisi ke-4 dengan pengeluaran 74897 rupiah pada tahun 2024, naik sebesar 17,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Serang berada pada posisi ke-5 dengan pengeluaran 54163 rupiah, naik sebesar 8,1% dari tahun 2023. Kota Serang berada pada posisi ke-6 dengan pengeluaran 51897 rupiah, menurun sebesar 11,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Semua peringkat ini tetap sama dengan tahun sebelumnya di provinsi Banten.
Kota Tangerang Selatan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Tangerang Selatan tahun 2024 mencapai 2632593 rupiah, naik sebesar 2,1% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 2577401 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 1627012 rupiah, naik sebesar 22,7% dari tahun sebelumnya, yang membuat Kota Tangerang Selatan menduduki posisi pertama di provinsi Banten untuk pengeluaran bukan makanan. Pengeluaran untuk makanan mencapai 1005581 rupiah, naik sebesar 8,4% dari tahun 2023, yang juga menjadi tertinggi di provinsi Banten. Peringkat ini tidak berubah dari tahun sebelumnya, menunjukkan Kota Tangerang Selatan tetap menjadi wilayah dengan pengeluaran terbesar di Banten.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Kota Cilegon
Kota Cilegon memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 2014801 rupiah, sedikit menurun sebesar 2,2% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 2060241 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 1107904 rupiah, naik sebesar 38,4% dari tahun sebelumnya, yang membuat Kota Cilegon menduduki posisi ke-2 di provinsi Banten untuk pengeluaran bukan makanan. Pengeluaran untuk makanan mencapai 906897 rupiah, naik sebesar 13,5% dari tahun 2023, yang juga menjadi tertinggi kedua di provinsi Banten setelah Kota Tangerang Selatan. Peringkat ini tidak berubah dari tahun sebelumnya, menunjukkan stabilitas posisi Kota Cilegon di Banten.
Kabupaten Tanggerang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Tanggerang tahun 2024 mencapai 1577849 rupiah, sedikit menurun sebesar 1,4% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 1600552 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 744608 rupiah, naik sebesar 12% dari tahun sebelumnya, yang membuat Kabupaten Tanggerang menduduki posisi ke-3 di provinsi Banten untuk pengeluaran bukan makanan. Pengeluaran untuk makanan mencapai 833240 rupiah, naik sebesar 0,2% dari tahun 2023, yang juga menjadi tertinggi ketiga di provinsi Banten. Peringkat ini tidak berubah dari tahun sebelumnya, menunjukkan konsistensi posisi Kabupaten Tanggerang di Banten.
Kota Serang
Kota Serang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tahun 2024 sebesar 1531183 rupiah, menurun sebesar 5,1% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 1613798 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 722752 rupiah, naik sebesar 17,6% dari tahun sebelumnya, yang membuat Kota Serang menduduki posisi ke-4 di provinsi Banten untuk pengeluaran bukan makanan. Pengeluaran untuk makanan mencapai 808432 rupiah, naik sebesar 8,6% dari tahun 2023, yang juga menjadi tertinggi keempat di provinsi Banten. Peringkat ini tidak berubah dari tahun sebelumnya, menunjukkan posisi Kota Serang tetap stabil di provinsi Banten.