Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kota Pekalongan pada tahun 2024 mencapai 34.422 rupiah. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluaran pada tahun 2023 sebesar 32.405 rupiah. Selisih pengeluaran kecantikan antara tahun 2024 dan 2023 mencapai 2.016,7 rupiah per kapita sebulan. Kota Pekalongan menempati peringkat ke-14 di antara kabupaten/kota seprovinsi Jawa Tengah untuk pengeluaran kecantikan tahun ini, dan peringkat ke-67 di pulau Jawa serta ke-235 se-Indonesia.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kota Pekanbaru | 2024)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran kecantikan di Kota Pekalongan menunjukkan pola naik turun. Tahun 2018, pengeluaran kecantikan sebesar 20.202 rupiah per kapita sebulan, lalu naik sebesar 18 persen menjadi 23.849 rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020, pengeluaran naik sedikit sebesar 11,8 persen menjadi 26.666 rupiah, sebelum mengalami kenaikan terbesar sebesar 27,7 persen pada tahun 2021 menjadi 34.045 rupiah. Tahun 2022, pengeluaran kecantikan mencapai nilai tertinggi sebesar 35.226 rupiah dengan pertumbuhan 3,5 persen, lalu turun sebesar 8 persen pada tahun 2023 sebelum kembali naik pada tahun 2024.
Pengeluaran kecantikan di Kota Pekalongan merupakan bagian kecil dari total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa sebesar 289.057 rupiah, sedangkan untuk makanan jadi sebesar 341.983 rupiah. Pengeluaran untuk perawatan sebesar 65.677 rupiah, yang lebih tinggi daripada pengeluaran kecantikan. Pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar 118.529 rupiah, dan untuk sabun mandi sebesar 55.689 rupiah, keduanya juga lebih besar daripada pengeluaran kecantikan tahun 2024.
Di provinsi Jawa Tengah, lima kabupaten/kota dengan pengeluaran kecantikan tertinggi pada tahun 2024 adalah Kota Salatiga, Kota Semarang, Kabupaten Kudus, Kota Magelang, dan Kabupaten Rembang. Kota Salatiga mencatat pengeluaran kecantikan sebesar 75.091 rupiah per kapita sebulan dengan penurunan 13,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Semarang memiliki pengeluaran sebesar 74.653 rupiah dengan kenaikan 36,8 persen, yang merupakan pertumbuhan terbesar di antara lima wilayah ini. Kabupaten Kudus mencatat pengeluaran 47.643 rupiah dengan kenaikan 16,6 persen, Kota Magelang sebesar 45.594 rupiah dengan kenaikan 10 persen, dan Kabupaten Rembang sebesar 42.569 rupiah dengan kenaikan 5,5 persen.
Kota Semarang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Semarang pada tahun 2024 sebesar 2.237.782 rupiah, yang merupakan nilai tertinggi di provinsi Jawa Tengah. Pengeluaran untuk makanan mencapai 914.785 rupiah dengan pertumbuhan 14,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 1.322.997 rupiah dengan pertumbuhan 12,6 persen. Kota Semarang menempati peringkat ke-1 di Jawa Tengah untuk pengeluaran bukan makanan dan peringkat ke-1 untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di Kota Semarang lebih rendah daripada pertumbuhan pengeluaran makanan, namun keduanya masih menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun pengeluaran kecantikan di Kota Semarang mengalami kenaikan besar, pengeluaran untuk makanan tetap menjadi bagian terbesar dari total pengeluaran masyarakat.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di DI Yogyakarta 2015 - 2024)
Kota Salatiga
Kota Salatiga menempati peringkat ke-2 di Jawa Tengah untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan pada tahun 2024 sebesar 2.126.512 rupiah, dengan penurunan 10,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 811.317 rupiah dengan penurunan 5,5 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 1.315.195 rupiah dengan penurunan 14,4 persen. Meskipun mengalami penurunan, Kota Salatiga masih menjadi salah satu wilayah dengan pengeluaran tertinggi di provinsi. Pengeluaran bukan makanan di Kota Salatiga menurun lebih besar daripada pengeluaran makanan, yang menunjukkan pergeseran pola pengeluaran masyarakat ke arah makanan pada tahun 2024. Pengeluaran kecantikan di Kota Salatiga juga mengalami penurunan sebesar 13,5 persen, yang sejalan dengan penurunan pengeluaran bukan makanan secara keseluruhan.
Kota Surakarta
Kota Surakarta mencatat total pengeluaran makanan dan bukan makanan sebesar 1.702.178 rupiah pada tahun 2024, dengan penurunan 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 759.788 rupiah dengan penurunan 0,9 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 942.391 rupiah dengan penurunan 3,7 persen. Kota Surakarta menempati peringkat ke-3 di Jawa Tengah untuk total pengeluaran dan peringkat ke-4 untuk pengeluaran bukan makanan. Penurunan pengeluaran bukan makanan di Kota Surakarta lebih kecil daripada penurunan total pengeluaran, yang menunjukkan bahwa masyarakat masih tetap mengalokasikan sebagian besar pengeluaran untuk makanan meskipun total pengeluaran menurun. Pengeluaran kecantikan di Kota Surakarta juga turun sebesar 12,5 persen, yang sejalan dengan penurunan pengeluaran bukan makanan lainnya.
Kabupaten Kudus
Kabupaten Kudus memiliki total pengeluaran makanan dan bukan makanan sebesar 1.403.307 rupiah pada tahun 2024, dengan penurunan 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 712.962 rupiah dengan pertumbuhan 20,9 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 690.345 rupiah dengan pertumbuhan 9,5 persen. Kabupaten Kudus menempati peringkat ke-8 di Jawa Tengah untuk total pengeluaran dan peringkat ke-8 untuk pengeluaran bukan makanan. Pertumbuhan pengeluaran makanan di Kabupaten Kudus jauh lebih besar daripada pertumbuhan pengeluaran bukan makanan, yang menunjukkan peningkatan minat masyarakat pada konsumsi makanan pada tahun 2024. Pengeluaran kecantikan di Kabupaten Kudus naik sebesar 16,6 persen, yang merupakan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan beberapa wilayah lain di provinsi.