Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di Kota Pekanbaru pada tahun 2024 mencapai 102.454 rupiah. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 9,7 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 93.378 rupiah. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 2,6 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang sebesar 395.875 rupiah, dan sekitar 116 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan yang sebesar 54.635 rupiah.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di DI Yogyakarta 2015 - 2024)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk sabun mandi di Kota Pekanbaru menunjukkan pola naik turun yang jelas. Tahun 2018 hingga 2022, pengeluaran terus naik secara bertahap, dari 76.061 rupiah pada 2018 menjadi 104.029 rupiah pada 2022. Namun, pada tahun 2023, terjadi penurunan sebesar 10,2 persen menjadi 93.378 rupiah, sebelum kembali naik pada tahun 2024. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2022, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2023.
Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan Kota Pekanbaru pada peringkat pertama dalam pengeluaran sabun mandi di antara kabupaten/kota seprovinsi Riau pada tahun 2024. Di tingkat pulau Sumatera, Kota Pekanbaru berada pada peringkat keempat, dan di tingkat nasional berada pada peringkat ke-43. Perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Riau menunjukkan bahwa pengeluaran Kota Pekanbaru jauh lebih tinggi dibandingkan yang lain, seperti Kabupaten Siak yang berada di peringkat kedua dengan pengeluaran 91.838 rupiah.
Beberapa kabupaten/kota di Riau menunjukkan pola pertumbuhan pengeluaran sabun mandi yang beragam pada tahun 2024. Kabupaten Rokan Hulu mengalami kenaikan sebesar 11,5 persen menjadi 79.827 rupiah, sedangkan Kabupaten Rokan Hilir naik sebesar 10 persen menjadi 58.567 rupiah. Sebaliknya, Kabupaten Siak mengalami penurunan sedikit sebesar 9 persen, Kabupaten Pelalawan turun sedikit 3,6 persen, dan Kabupaten Indragiri Hulu turun sebesar 14,7 persen. Semua kabupaten/kota ini tetap berada pada peringkat yang sama seperti tahun sebelumnya di provinsi Riau.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Papua Selatan 2018 - 2024)
Kota Dumai
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Dumai pada tahun 2024 mencapai 886.635 rupiah, naik sebesar 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 774.104 rupiah. Pengeluaran makanan dan bukan makanan di Kota Dumai turun sedikit sebesar 6 persen menjadi 1.721.806 rupiah pada 2024, dari 1.832.040 rupiah pada tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Dumai naik sebesar 3,8 persen menjadi 835.171 rupiah. Kota Dumai berada pada peringkat pertama dalam pengeluaran bukan makanan di provinsi Riau, peringkat pertama dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan peringkat keempat dalam pengeluaran makanan.
Kabupaten Siak
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Siak pada tahun 2024 mencapai 737.684 rupiah, naik sedikit sebesar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 730.171 rupiah. Pengeluaran makanan dan bukan makanan di Kabupaten Siak turun sebesar 13,4 persen menjadi 1.560.407 rupiah pada 2024, dari 1.801.977 rupiah pada tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Siak naik sebesar 12,3 persen menjadi 822.723 rupiah. Kabupaten Siak berada pada peringkat kedua dalam pengeluaran bukan makanan di provinsi Riau, peringkat keempat dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan peringkat kelima dalam pengeluaran makanan.
Kabupaten Pelalawan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Pelalawan pada tahun 2024 mencapai 708.621 rupiah, naik sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 644.103 rupiah. Pengeluaran makanan dan bukan makanan di Kabupaten Pelalawan turun sedikit sebesar 5,9 persen menjadi 1.554.873 rupiah pada 2024, dari 1.653.199 rupiah pada tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Pelalawan naik sebesar 15,4 persen menjadi 846.251 rupiah. Kabupaten Pelalawan berada pada peringkat ketiga dalam pengeluaran bukan makanan di provinsi Riau, peringkat kelima dalam pengeluaran makanan dan bukan makanan, dan peringkat ketiga dalam pengeluaran makanan.