Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Pandeglang mencapai 165777 rupiah pada tahun 2025. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun 2024, dengan tambahan pengeluaran sebesar 4590 rupiah per orang setiap bulannya. Sepanjang periode 2018 hingga 2025, tercatat pengeluaran tertinggi untuk kategori ini terjadi pada tahun 2025, sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2021.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Bahrain 2024)
Sepanjang delapan tahun data yang tercatat, terjadi pergerakan nilai pengeluaran yang naik turun. Pada tahun 2020 nilai pengeluaran naik 6,5 persen dari tahun sebelumnya, lalu pada tahun 2021 terjadi penurunan sebesar 12,8 persen. Penurunan ini menjadi anomali terbesar sepanjang periode data, menjadi satu-satunya penurunan di atas 10 persen yang tercatat. Setelah tahun 2021, nilai pengeluaran kembali naik 24,2 persen pada tahun 2022, sebelum kembali mengalami penurunan sedikit pada tahun 2023 sebesar 2,2 persen.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang 14,8 persen dari total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kabupaten Pandeglang pada tahun 2025 yang mencapai 1115113 rupiah. Nilai ini juga setara dengan seperempat dari total pengeluaran makanan masyarakat secara keseluruhan di wilayah tersebut. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, nilai pengeluaran tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 3,1 persen, sedangkan jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir kenaikan tercatat sebesar 7,9 persen.
Berdasarkan perbandingan se-provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang menempati urutan ke 8 dari seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Urutan ini tidak berubah dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya. Lima wilayah dengan nilai pengeluaran tertinggi berturut-turut adalah Kota Tangerang dengan 436123 rupiah, Kota Tangerang Selatan 373802 rupiah, Kota Cilegon 355443 rupiah, Kota Serang 339854 rupiah, serta Kabupaten Tangerang 301152 rupiah.
Kota Tangerang Selatan
Kota Tangerang Selatan menempati urutan pertama untuk total pengeluaran per kapita seluruh kategori di provinsi Banten tahun 2025 dengan nilai mencapai 2774545 rupiah per orang per bulan. Wilayah ini mencatat penurunan sedikit sebesar 1,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap mempertahankan posisi teratas yang telah dipegang sejak periode data sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, wilayah ini juga menempati urutan pertama dengan nilai 1711369 rupiah, meskipun mengalami penurunan 2,6 persen dari tahun 2024.
(Baca: Harga Karet Tsr20 - Rubber Tsr20 Futures Pagi Hari Diperdagangkan US$233,4 /100 Kg (Selasa, 25 Agustus 2026))
Kota Tangerang
Kota Tangerang menempati urutan kedua untuk total pengeluaran masyarakat seluruh kategori dengan nilai 2512933 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 7,4 persen untuk total pengeluaran, dan penurunan 8,8 persen untuk kategori pengeluaran bukan makanan dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan di hampir seluruh kategori, Kota Tangerang masih menempati urutan pertama untuk pengeluaran makanan mentah dan olahan dengan nilai 1141518 rupiah per kapita per bulan.
Kota Cilegon
Kota Cilegon menjadi satu-satunya wilayah kota besar di Banten yang mencatat kenaikan untuk hampir seluruh kategori pengeluaran pada tahun 2025. Total pengeluaran masyarakat di wilayah ini naik 5,1 persen menjadi 2233417 rupiah per kapita per bulan, sedangkan pengeluaran bukan makanan naik 8,1 persen menjadi 1265790 rupiah. Posisi wilayah ini tetap di urutan ketiga se-provinsi Banten untuk seluruh kategori pengeluaran, tidak mengalami perubahan posisi dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Pandeglang
Kabupaten Pandeglang menempati urutan terakhir dari seluruh wilayah di provinsi Banten untuk total pengeluaran masyarakat, pengeluaran makanan, serta pengeluaran bukan makanan pada tahun 2025. Meskipun menempati urutan terbawah, wilayah ini mencatat kenaikan 7,3 persen untuk total pengeluaran, kenaikan 4,5 persen untuk pengeluaran makanan, serta kenaikan 11,5 persen untuk pengeluaran bukan makanan. Angka pertumbuhan ini menjadi salah satu yang tertinggi diantara seluruh wilayah di provinsi Banten pada tahun 2025.