Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kota Tarakan pada tahun 2024 mencapai 84.012 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 19,4 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih pengurangan sebesar 20.177 Rupiah per orang setiap bulannya. Penurunan ini merupakan penurunan terbesar yang tercatat selama rentang data tujuh tahun terakhir sejak 2018.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kota Depok 6,54 Persen)
Selama periode 2018 sampai 2024, pengeluaran sabun mandi masyarakat Kota Tarakan mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2018 tercatat 86.113 Rupiah, lalu turun sedikit pada tahun 2019 dan 2020. Kemudian nilai kembali naik hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2022 sebesar 105.190 Rupiah. Setelah tahun tersebut, nilai hanya berubah sedikit pada 2023 sebelum turun cukup dalam pada tahun 2024.
Nilai pengeluaran sabun mandi tahun 2024 tersebut menyumbang sekitar 29 persen dari total pengeluaran perawatan masyarakat, dan 19,2 persen dari pengeluaran kecantikan per kapita per bulan. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran sabun mandi hanya mencapai 35 persen dari pengeluaran makanan jadi yang tercatat sebesar 240.191 Rupiah per kapita setiap bulannya. Sementara itu, nilai ini hanya 62,8 persen dari pengeluaran masyarakat untuk rokok dan tembakau.
Dari seluruh kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Kalimantan Utara, Kota Tarakan menempati urutan kelima untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Urutan pertama dipegang oleh Kabupaten Tana Tidung dengan pengeluaran 123.753 Rupiah, disusul Kabupaten Bulungan 107.904 Rupiah, Kabupaten Nunukan 105.616 Rupiah, dan Kabupaten Malinau 90.630 Rupiah. Secara nasional, Kota Tarakan berada di peringkat 100 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Pada tahun yang sama, hanya dua wilayah di Kalimantan Utara yang mencatat kenaikan pengeluaran sabun mandi. Kabupaten Tana Tidung mencatat kenaikan sebesar 15,5 persen dan Kabupaten Nunukan mencatat kenaikan sebesar 13,9 persen. Sementara tiga wilayah lain termasuk Kota Tarakan mengalami penurunan, dengan penurunan Kota Tarakan merupakan yang paling besar dibandingkan seluruh wilayah di provinsi tersebut. Peringkat Kota Tarakan tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Madiun | 2024)
Kabupaten Bulungan
Badan Pusat Statistik mencatat Kabupaten Bulungan memiliki total pengeluaran per kapita per bulan gabungan makanan dan bukan makanan sebesar 2.047.079 Rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 10,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun wilayah ini masih menempati peringkat pertama tertinggi di seluruh Kalimantan Utara. Pengeluaran makanan di wilayah ini mencapai 994.453 Rupiah, atau sekitar 48,5 persen dari total pengeluaran seluruhnya. Dibandingkan wilayah lain, penurunan total pengeluaran di Kabupaten Bulungan merupakan penurunan terbesar yang tercatat pada tahun 2024.
Kabupaten Malinau
Kabupaten Malinau mencatat pertumbuhan total pengeluaran per kapita sebesar 15 persen pada tahun 2024, dengan nilai total mencapai 2.027.803 Rupiah. Pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan tertinggi di seluruh provinsi, dan mendorong peringkat wilayah ini naik menjadi urutan kedua di Kalimantan Utara. Pengeluaran makanan di wilayah ini bahkan mencapai 1.026.262 Rupiah, menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini. Pertumbuhan pengeluaran makanan mencapai 23,6 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan wilayah lain.
Kabupaten Tana Tidung
Kabupaten Tana Tidung mencatat total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan sebesar 1.894.296 Rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini tetap berada di peringkat ketiga di Provinsi Kalimantan Utara. Pengeluaran makanan di wilayah ini mencapai 924.219 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 4,5 persen dari tahun sebelumnya. Sementara untuk pengeluaran bukan makanan, wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 4,1 persen, menjadi salah satu dari dua wilayah yang mencatat kenaikan pada kategori pengeluaran bukan makanan.
Kabupaten Nunukan
Kabupaten Nunukan menempati peringkat keempat untuk total pengeluaran per kapita di Kalimantan Utara pada tahun 2024, dengan nilai total mencapai 1.650.757 Rupiah. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun pengeluaran kategori bukan makanan justru mengalami penurunan sebesar 4 persen. Pengeluaran makanan di wilayah ini tumbuh sebesar 8,5 persen menjadi 856.358 Rupiah, menutupi penurunan yang terjadi pada kategori pengeluaran bukan makanan. Peringkat wilayah ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.