Kabupaten Melawi mencatatkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar Rp140.827 per kapita/bulan pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka ini mengalami penurunan sebesar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pengeluaran ini masih lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sejak 2018.
Jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa sebesar Rp208.431, pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai 67,5 persen. Sementara jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi sebesar Rp125.103, pengeluaran untuk rokok dan tembakau lebih tinggi. Ini menunjukkan alokasi dana yang cukup signifikan untuk konsumsi rokok dan tembakau di Kabupaten Melawi.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Bali 2015 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Melawi menunjukkan peningkatan dari tahun 2018 hingga 2023. Dari Rp88.419 pada 2018, meningkat menjadi Rp148.178 pada tahun 2023. Peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2021, dengan pertumbuhan mencapai 25.8 persen. Penurunan pada tahun 2024 menjadi anomali setelah tren peningkatan yang konsisten selama lima tahun sebelumnya.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2024, Kabupaten Melawi menempati urutan ke-6 dalam hal besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau. Kabupaten Kapuas Hulu memiliki pengeluaran tertinggi dengan Rp163.497, diikuti Kabupaten Sintang dengan Rp152.324. Secara nasional, Kabupaten Melawi berada di peringkat 195.
Sebagai perbandingan, Kabupaten Kapuas Hulu mencatatkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar Rp163.497 pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 15.2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Sintang mencatat Rp152.324 dengan pertumbuhan 2.4 persen. Kabupaten Ketapang mencatat Rp149.134 dengan pertumbuhan 1.4 persen. Kabupaten Kayong Utara mencatat Rp146.229 dengan pertumbuhan 0.3 persen, sementara Kabupaten Sekadau mencatat Rp142.635 mengalami penurunan 4.1 persen.
Data BPS menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Pontianak mencapai Rp1.192.431 pada tahun 2024, tumbuh 23.9 persen dari tahun sebelumnya dan menduduki peringkat pertama di Kalimantan Barat. Sementara itu, pengeluaran di Kabupaten Bengkayang justru mengalami penurunan sebesar 12.5 persen.
(Baca: Tingkat Penghunian Kamar Periode 2013-2024)
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan tertinggi di Kalimantan Barat adalah Kota Pontianak, yaitu Rp2.086.950 pada tahun 2024, sedikit naik dari tahun sebelumnya. Kabupaten Kubu Raya memiliki pengeluaran terendah, yaitu Rp1.086.720. Kabupaten Sintang mengalami penurunan pengeluaran sebesar 3.6 persen.
Pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan tertinggi adalah Kota Pontianak dengan Rp894.519, tumbuh 12.1 persen. Kabupaten Melawi memiliki pengeluaran lebih rendah, yaitu Rp661.254, dan mengalami penurunan 7.6 persen. Kabupaten Sekadau mencatat pertumbuhan tertinggi, yaitu 27.5 persen.
Kota Pontianak
Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan bukan makanan di Kota Pontianak tercatat sebesar Rp1.192.431 pada tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 23.9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini menempatkan Kota Pontianak sebagai wilayah dengan pengeluaran bukan makanan tertinggi di Kalimantan Barat, mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi barang dan jasa selain makanan di wilayah tersebut.
Kota Singkawang
Kota Singkawang mencatatkan pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp775.370 pada tahun 2024, dengan pertumbuhan yang relatif stagnan yaitu 0.6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, angka ini menempatkan Kota Singkawang pada peringkat keempat tertinggi di Kalimantan Barat untuk kategori pengeluaran makanan, menunjukkan bahwa konsumsi makanan di wilayah ini masih cukup tinggi.
Kabupaten Sintang
Kabupaten Sintang menunjukkan pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar Rp1.461.426 pada tahun 2024, mengalami penurunan sebesar 3.6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menempatkan Kabupaten Sintang pada peringkat ketiga di Kalimantan Barat dalam kategori pengeluaran total makanan dan bukan makanan, mengindikasikan adanya perubahan pola konsumsi atau faktor ekonomi yang mempengaruhi daya beli masyarakat.
Kabupaten Kayong Utara
Kabupaten Kayong Utara mencatatkan pengeluaran rata-rata per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp675.863 pada tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 32.8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menempatkan Kabupaten Kayong Utara pada peringkat keempat tertinggi di Kalimantan Barat dalam kategori pengeluaran bukan makanan, mengindikasikan adanya peningkatan konsumsi barang dan jasa selain makanan di wilayah tersebut.